h1

Chasan Sochib Meninggal Dunia

06/30/2011

TB-Chasan-Sochip

TB-Chasan-Sochip

Hari ini Kamis 30-6 -2011 Ayah Kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, TB H Chasan Sochib meninggal dunia pukul 03:55 WIB di Rumah Sakit Sari Asih, Serang. Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten, Komari, Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Chasan Sochib yang juga Ketua Umum Kadin Banten dua periode tersebut sempat dirawat beberapa jam di RS Sari Asih.

“Sebelum meninggal, beliau dirawat hanya beberapa jam, dan sampai sekarang kami belum mengetahui secara resmi penyebab beliau meninggal. Tapi yang pasti beliau dilarikan ke RS Sari Asih pukul 02:00 WIB tadi,” katanya.

Saat ini kata Komari, jenazah ayah kandung dari Gubernur Banten sudah disemayamkan di kediamannya di Ciceri, Kota Serang. “Sekarang jenazah beliau sudah disemayamkan di rumah duka, dan semua keluarga besarnya sudah berkumpul,” katanya menjelaskan.

chasan sochib

chasan sochib

Rencananya, jenazah akan dishalatkan dan dimakamkan di Ciomas, Kabupaten Serang. “Menurut info yang saya terima, pukul 10:00 WIB nanti jenazah beliau akan dibawa Ciomas,” ujarnya.

Pantauan di rumah duka, tampak keluarga besar almarhum sudah berkumpul, terlihat juga sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Selain menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Banten, almarhum Chasan Sochib saat ini juga masih tercatat sebagai Ketua Umum Pendekar Banten.  [antara]

Dinasti Rau Kehilangan Chasan Sochib

Bagi mereka yang tinggal di Banten atau pernah tinggal di Banten, pasti kenal Chasan Sochib yang akrab disapa Haji Hasan. Tokoh sentral Banten dan pemimpin tunggal kelompok paling dominan di Banten yang sering disebut kelompok atau dinasti ‘Rau’. Rau merujuk pada tempat tinggalnya di kompleks Pasar Rau.

tb chasan sochib

tb chasan sochib

Selain sebagai ayah kandung Ratu Atut Chosiyah, pria asal Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten yang sering mencantumkan nama lengkapnya sebagai Prof DR (HC) H Tubagus Chasan Sochib ini juga ayah kandung dari Wali Kota Serang Tubagus Hearul Jaman dan Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Pria berumur lebih dari 80 tahun ini juga merupakan mertua Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany; kakek anggota DPD RI, Andika Hazumi; dan suami Wakil Bupati Pandeglang, Heryani.

Chasan Sochib juga sering disebut dengan nama Abah. Chasan Sochib terlahir bukan dari keluarga kaya raya atau keluarga priyayi atau bangsawan. Ia terlahir dari keluarga pedagang beras biasa di Pabuaran. [republukaonline]

Chasan Sochib, Sang Profesor dan Jawara Banten

Ayah kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chasan Sochib, meninggal dunia, Kamis (30/6). Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Ciomas, Kabupaten Serang, Banten.

“Sekitar pukul 10:00 WIB jenazah Chasan Sochib akan dibawa ke Ciomas,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten, Komari.

chasan sochib

chasan sochib

Ayahanda Ratu Atut Chosiyah ini meninggal pada Kamis (30/6) pukul 04.00 pagi di Rumah Sakit Sari Asih Serang. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan KH. Fatah Hasan, Ciceri Bunderan Serang. Di rumah duka telah berkumpul keluarga dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Bagi mereka yang tinggal di Banten atau pernah tinggal di Banten, pasti kenal Chasan Sochib yang akrab disapa Haji Hasan. Tokoh sentral Banten dan pemimpin tunggal kelompok paling dominan di Banten yang sering disebut kelompok atau dinasti ‘Rau’. Rau merujuk pada tempat tinggalnya di kompleks Pasar Rau.

Selain sebagai ayah kandung Ratu Atut Chosiyah, pria asal Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten yang sering mencantumkan nama lengkapnya sebagai Prof DR (HC) H Tubagus Chasan Sochib ini juga ayah kandung dari Wali Kota Serang Tubagus Hearul Jaman dan Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Pria berumur lebih dari 80 tahun ini juga merupakan mertua Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany; kakek anggota DPD RI, Andika Hazumi; dan suami Wakil Bupati Pandeglang, Heryani.

Chasan Sochib juga sering disebut dengan nama Abah. Chasan Sochib terlahir bukan dari keluarga kaya raya atau keluarga priyayi atau bangsawan. Ia terlahir dari keluarga pedagang beras biasa di Pabuaran. [okezone]

Link Terkait :

4 komentar

  1. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun


  2. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun….


  3. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun…
    semoga di terima di sisi ALLAH..
    amiin…


  4. Budaya Korupsi, Kolusi & Budaya Nepotisme sangat tumbuh subur makmur di bumi Banten pada masa kepemimpinan Haji Acong ini…eh..Haji Kasan ini, Banyak Boneka telah dia mainkan, Atut misalnya sang boneka kesayangannya dari istri pertama..ckckckck…pantaskah orang Banten berduka ataukah bersuka cita atas kematiannya



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: