h1

GANTI-Gerakan Nelayan Tani Indonesia

07/18/2014

GANTI-Megawati Gerakan Nelayan Tani Indonesia

GANTI-Megawati Gerakan Nelayan Tani Indonesia

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) kembali melahirkan organisasi sayap bernama Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI). Secara resmi GANTI akan dideklarasikan di Muara Angke Jakarta Utara, Sabtu (13/4).

Prof Dr Rokhmin Dahuri, ketua PDI-P kepada Republika mengungkapkan, Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Ketua Dewan Pembina GANTI, Megawati Soekarnoputri secara langsung akan mendeklarasikan GANTI di Muara Angke  Jakarta Utara.

”Deklarasi ditandai dengan penekanan tombol alarm dan penarikan gerai simbolik nelayan dan tani, menyerahkan Pataka GANTI kepada ketua umum Pimpinan Pusat GANTI, serta menandatangani prasasti GANTI,” jelas Rokhmin di Jakarta Jumat (12/4).

ganti-effendy-rasad-dan-prof-dr-ir-rokhmin-dahuri-ms

ganti-effendy-rasad-dan-prof-dr-ir-rokhmin-dahuri-ms

Menurut rencana, sejumlah tokoh bakal hadir pada acara tersebut antara lain, ketua MPR RI, ketua DPR RI, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, para duta besar negara sahabat, perwakilan nelayan tani dari sebagian besar pengurus GANTI se Indonesia.

”Tak kurang dari 5000 nelayan tani dari berbagai wilayah Jawa turut memeriahkan acara deklarasi ini,” jelas mantan Menteri Kelautan dan Pertanian.

Ia mengungkapkan, organisasi sayap yang cikal bakalnya sudah lahir sejak 2010 lalu ini dipercayakan kepada dirinya untuk mempimin dan Rahiman Sabirin SH MH sebagai Sekjen.

Mengutip pernyataan Ketua Dewan Pembina GANTI Megawati Soekarnoputri, pendirian GANTI dimaksudkan untuk membantu dan menyejahterakan kaum nelayan dan tani.

Kehidupan nelayan tradisional di kawasan pesisir masih belum sejahtera. Malahan, tidak sedikit dari mereka yang menjadi buruh nelayan dan tidak memiliki perahu sendiri untuk menangkap ikan di perairan setempat.

“Sebagai negara maritim yang memiliki garis pantai sepanjang 95.181 kilometer dan luas perairan 5,8 juta kilometer persegi, seharusnya Indonesia mampu menyejahterakan kehidupan nelayan,” jelas Rokhmin mengutip pernyataan Megawati Soekarnoputri.

Presiden RI kelima ini menambahkan, jumlah nelayan miskin di Indonesia tahun 2011 mencapai 7,87 juta orang atau 25,14 persen dari total penduduk miskin nasional yang mencapai 31,02 juta orang.

Megawati merasa sangat prihatin bila melihat kondisi rata-rata nelayan di tanah air. Menurutnya, peralatan yang dimiliki kaum nelayan masih sangat terbatas sehingga sulit untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

“Dengan perahu jenis jukung, seorang nelayan tentu tidak bisa melaut terlalu jauh. Apalagi saat musim paceklik dan cuaca buruk, tentu mereka tidak bisa melaut,” kata Megawati, mencontohkan.

GANTI-Gerakan Nelayan Tani Indonesia - JOKOWi

GANTI-Gerakan Nelayan Tani Indonesia – JOKOWi

Kondisi yang kerap tidak menguntungkan seperti itu, kata Hj. Megawati, membuat kaum nelayan terpaksa menggadaikan barang miliknya pada saat musim paceklik.

“Dengan hadirnya GANTI, organisasi sayap yang dikomandani Prof Dr Rokhmin Dahuri, kami bertekad menjalankan sejumlah program untuk memperbaiki nasib nelayan di masa datang.”

Megawati yang sangat menaruh perhatian terhadap nasib wong cilik ini, mencatat fenomena kemiskinan nelayan di negeri ini sudah berlangsung terus menerus lintas generasi.

“Saya sungguh menyesalkan kondisi memperihatinkan ini karena kemiskinan kaum nelayan sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh faktor struktur kuasa sosial-politik yang tidak berpihak kepada masyarakat nelayan miskin,” ujarnya.

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: