h1

Menyontek adalah Pembodohan

01/15/2013

Jangan Bodohi Kami

Jangan Bodohi Kami

Menyontek Massal adalah sebuah pembodohan dan penipuan. Lagi-lagi dunia pendidikan Indonesia tercoreng dengan mencuatnya kasus menyontek massal yang di lakukan oleh beberapa sekolah seperti  di SDN gadel II Surabaya bahkan sang pelapor seperti di beritakan di media masa bahwa keluarga AL sebagai  pelapor  diusir dari rumahnya di Gadelsari Barat.

Menyontek  merupakan tindakan demi kebaikan, ini adalah sesuatu yang salah kaprah.  Menyotek massal terjadi sebab adanya anjuran bahwa UN diterjemahkan oleh Dinas Pendidikan dan sekolah bahwa siswanya harus 100 persen lulus. Itulah yang kemudian menyebabkan munculnya target yang penting lulus sehingga disadari atau tidak jadi meminggirkan moralitas.  Siapa yang tidak ingin melihat anaknya Lulus Ujian Nasional, Semua orang tua pasti menginginkan anaknya dapat lulus ujian nasional bahkan dengan nilai terbaik, namun jika proses kelulusan di laksanakan dengan jalan yang tidak benar dengan melanggar nilai dan kaidah dalam dunia pendidikan tentu hal ini sangat tidak di benarkan.

Menyontek adalah tindakan kejahatan dan penipuan diri sendiri sebab dengan menyontek otomatis iswa diajarkan melakukan penipuan dan akan belajar untuk tidak mandiri. Jika hal ini dibiarkan terus menerus efek pada seorang anak yang masih duduk di dunia pendidikan akan berakibat fatal, yang nantinya akan menghalkan segara cara untuk mencapai tujuannya karena dari kecil sudah diajarkan dengan melakukan2 pelanggaran seperti menyontek ini.

Menyotek adalah Pembodohan Menyontek  adalah salah satu fenomena pendidikan yang sering dan bahkan selalu muncul menyertai aktivitas proses belajar mengajar sehari-hari, tetapi jarang mendapat pembahasan dalam wacana pendidikan kita di Indonesia. Kurangnya pembahasan mengenai Menyontek mungkin disebabkan karena kebanyakan pakar menganggap persoalan ini sebagai sesuatu yang sifatnya sepele, padahal masalah menyontek  sesungguhnya merupakan sesuatu yang sangat mendasar. Dari  sini tampak bahwa masalah Menyontek sesungguhnya adalah isu lama yang tetap aktual dibicarakan dalam system persekolahan di Indonesia. Dalam konteks kehidupan bangsa saat ini, tidak jarang kita mendengar asumsi dari masyarakat yang menyatakan bahwa koruptor-koruptor besar, penipu-penipu ulung dan penjahat krah putih (white crimers) yang marak disorot saat ini adalah penyontek-penyontek berat ketika mereka masih berada di bangku sekolah. Atau sebaliknya, mereka yang terbiasa menyontek di sekolah, memiliki potensi untuk menjadi koruptor, penipu, dan penjahat krah putih dalam masyarakat nanti. Meskipun asumsi seperti di atas bersifat sangat spekulatif dan masih jauh dari nalar ilmiah, namun paling tidak pernyataan itu dapat menggelitik   kepedulian mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan terhadap masalah Menyontek di sekolah.

Semoga Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, jangan dipandang enteng mengenai perihal menyotek ini. Kita jangan tutup mata masalah contek menyontek yang sudah terjadi bertahun-tahun dalam dunia pendidikan kita demi ambisi sekolah dalam hal mendapatkan predikat terbaik bagi sekolahnya. Namun apalah artinya mendapat predikat terbaik jika nyata-nyata siwa yang di hasilkan adalah NOL alias kosong dan cuma ada di atas kertas saja.

Saya tidak menyalahkan sistem pendidikan yang ada di negara kita ini, saya yakin sistem dan tujuan sangat bagus namun hanya oknum-oknum di dalam tubuh dunia pendidikan yang menyalahgunakan kekuasaan dan membelokan informasi demi kepentingan pribadinya.

Link Terkait :

Keteledoran SDN Kebon Jeruk Kabupaten Cianjur Tak Ujung Usai

Pelapor Menyontek Massal Mengasingkan Diri
Menyontek Massal Bukti Sistem Pendidikan Tak Sempurna
Sekolah Menyontek Massal, Mental Gurunya Rusak

Pelapor Penyontek Massal jadi bulan-bulanan

Tutup Mulut Soal menyontek massal

Ulah Segelintir Oknum Guru

7 komentar

  1. Ada pernyataan terakhir, : ‘Saya tidak menyalahkan sistem pendidikan yang ada di negara kita ini, saya yakin sistem dan tujuan sangat bagus namun hanya oknum-oknum di dalam tubuh dunia pendidikan yang menyalahgunakan kekuasaan dan membelokan informasi demi kepentingan pribadinya’. Namun saya kurang setuju, ketika kita tidak menyalahkan sistem pendidikan kita. Sebenarnya semua itu bermula dari kesalahan sistem pendidikan kita juga. Lihat saja ketika anak-anak, kreatiitas anak-anak dibelenggu dengan adanya sistem pendidikan kita yang memaksakan agar kita menerima 10-12 mata pelajaran untuk Sekolah dasar hingga jenjang SMP. Sistem kita terlalu mementingkan nilai, bukan kebutuhan siswa. Padahal, setiap individu memiliki ekmampuan yang berbeda, namun pemerintah menyamaratakannya dengan adanya ujian nasional. Belum lagi, ketika sekolah gagal meluluskan murid mereka, biasanya sekolah akan emnanggung malu, bahkan yang lebih buruk lagi ditutup. Semoga kasus ini menjadi pelajaran bukan hanya untuk guru, murid, orang tua siswa, namun yang lebih penting benahi sistem orde baru yang masih membelenggu kreatifitas siswa-siswi kita.


    • # Kang mas Topik :
      Menurut saya Sistem yang telah di buat oleh pemerintah adalah bagus, dan pelajaran 1-12 mata peklajaran demi kebutuhan dan kepentingan siswa masa depan yang penuh dengan tantangan, maka pelajara tersebut harus sudah di kenalkan siswa sejak dini walau utama yang diikutsertakan dalam UN adalah Cuma 5 mata pelajaran.

      Dengan adanya ujian Nasional tentu Pemerintah berkeinginan untuk menyamaratakan kemampuan masing-masing sekolah. Dan untuk menyamarakan mutu pendidikan antar sekolah, pemerintah telah membuat program dengan system akreditasi sekolah dan sertifikasi bagi guru-guru sekolah. Namun lagi-lagi di salah artikan dan di salahgunakan, dengan banyaknya penipuan dan pemalsual akreditas dan sertifikasi yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

      Dan demi menyamarakan mutu pendidikan ini pemerintahpun sudah dengan berbagai program-program pendidikan yang patut kita acungkan jempol dengan Program yg telah di canangkan missal untuk memperkenalkan informasi Teknologi dengan mengucurkan bantuan Komputer dan didukung dengan fasilitas Internet. Dana BOS dan Pendidikan Gratis juga pembangunan / rehab gedung2 sekolah. Namun lagi-lagi tidak berjalan sebagai mana mestinya bahkan justru yang mendapatkan jatah dan fasilitas adalah sekolah-sekolah yang besar yang sudah tidak membutuhkan bantuan justru mendapatkan bantuan. Ini bukan dari system melainkan keslahan dari individu dan personnya (penyelewengan oleh Oknum berwenang)

      Contoh kasus, pemalsuan nilai dan kasus di atas masalah menyontek sebenarnya adlah kesalahan dari Individu sekolah itu sendiri, kenapa sampai sekolah tersebut tidak yakin anak didiknya tidak mampu mengerjakan soal hingga di berlakukan menyontek missal- tentu karena kualitas guru-gurunya yang tidak mumpuni, sehingga melakukan hal seperti itu atau ada tekanan dari pimpinan yang mengaruskan siswa lulus semua. Kalau Guru2 nya mengajar dengan kesungguhan dan dengan loyalitas penuh saya yakin siswa di gadel yang mempunyai fasilitas sekolah sangat layak daripada sekolah2 lain dengan siswa lebih dari 500 siswa akan dapat dengan mudah mengerjakan soal-soal Ujian nasional.

      Sekali lagi saya tekankan Ini yang saya maksud bukan dari system yang telah di buat oleh pemerintah, Sistem yang dibuat pemerintah adalah bagus dan semua demi kepentingan siswa di Indonesia demi masa depan yang penuh dengan tantangan dan persaingan.

      Salam dan sukses selalu Dunia Pendidikan Indonesia.

      Dan terima kasih atas kunjungan dan komentarnya


  2. Menyontek Massal adalah sebuah pembodohan dan penipuan.
    yang membuat orang ketergantungan pada orang lain,,
    & tidak punya kepercayaan sendiri..


  3. Menurut saya sekolah itu cukup lancar membaca, menulis dan berhitung sisanya tidak perlu,,,
    saya sangat menyesal menghabiskan waktu remaja terbaik saya di SMP dan SMK😦 kalo membayangkan apa yg saya dapat di SMP dan di SMK dan membandingkannya dengan apa yg terjadi pada saya sekarang ini, saya selalu ingin menitikan air mata, rasa MARAH campur SEDIH seolah- olah saya ingin mengulang kembali waktu dan memperbaiki kesalahan saya


  4. mampir aja ah, … tos lami rehat teu kekeleyengan, paling antap intip kedap… eh ningal teh RIVA makin OK. Sok ah der lajengkeun… bari pilari jejer… supados,,,


  5. kunjungan pertama nih, tolong follow back yah gan😀



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: