h1

APPIDI -Pajak BOS Perlu Dikaji Ulang

03/19/2009

Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (Appidi) Jabar mendesak pemerintah agar mengkaji ulang ketentuan pengenaan pajak atas Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Lembaga pendidikan didirikan bukan untuk tujuan komersial, apalagi jumlah BOS yang diterima masih belum mencukupi kebutuhan sekolah.

“Sungguh naif apabila pemerintah memungut pajak dari BOS yang jumlahnya masih jauh dari cukup,” kata Ketua Appidi Jabar Drs. H. Sali Iskandar, saat ditemui di kompleks pendidikan Al Aytaam, Ciganitri, Bojongsoang, Kab. Bandung, Jumat (17/4).

Menurut Sali, jumlah BOS untuk siswa SD/MI sebesar Rp 400.000,00/siswa/tahun dan BOS untuk siswa SMP/MTs. Rp 600.000,00/siswa/tahun. “Biaya siswa di sekolah negeri, apalagi di sekolah-sekolah swasta, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dana BOS yang diberikan pemerintah sekarang ini,” katanya.

Seperti diberitakan “PR” edisi Jumat (17/4), pemerintah memberlakukan pajak bagi pemanfaatan BOS maupun pemanfaatan bantuan lainnya. Pihak sekolah pun kebingungan, karena perhitungan pajak tersebut cukup pelik dan menyangkut pengeluaran rutin seperti honorarium, pembelian, dan pembayaran uang jasa.

Penilaian serupa dikemukakan Ketua Yayasan Pendidikan Al Ma’soem H. Nanang Iskandar Ma’soem, Jumat (17/4). Dia juga menyayangkan penetapan lembaga pendidikan sebagai objek pajak, apalagi terhadap dana BOS yang statusnya bantuan pemerintah.

“Mengapa sekolah yang didirikan untuk kepentingan mencerdaskan dan menyehatkan anak-anak bangsa harus dikenai pajak cukup tinggi? Pajak lembaga pendidikan disamakan dengan pajak bagi dunia usaha,” kata Nanang ketika ditemui di kantornya, di Jln. Raya Dangdeur Rancaekek, Kab. Bandung.

Menurut Nanang, seharusnya pemerintah pusat maupun daerah memberlakukan pajak tinggi buat lembaga bisnis yang bisa merusak masyarakat, misalnya industri rokok, panti pijat, diskotek, dan sejenisnya. “Sementara lembaga pendidikan dan sosial harus bebas pajak. BOS untuk menyukseskan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun kok dikenai pajak?” katanya.

Mendidik tak jujur

Sementara Kepala SMP Plus Assalaam, H. Abdul Rofe Taufik Umar, ketika ditemui di SMA Assalaam Jln. Situ Tarate, Cibaduyut, Kec. Dayeuhkolot, juga meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali pengenaan pajak atas BOS.

“Sekolah dididik berbuat tidak jujur dengan mengakali agar tidak terkena pajak. Misalnya, pembelian alat tulis kantor (ATK) harus di bawah Rp 1 juta, karena kalau di atas Rp 1 juta, terkena pajak. Akhirnya, pembelian ATK dilakukan setiap bulan, sehingga harganya lebih mahal daripada membeli sekaligus untuk setahun,” ucapnya.

Selain itu, pihak sekolah juga dibuat sibuk untuk membuat laporan pemanfaatan BOS yang datangnya selalu terlambat. “BOS untuk bulan Januari-Maret, baru cair Februari atau Maret, sehingga sekolah harus menalangi dulu biaya operasional sekolah. Akhirnya, sekolah berbuat kurang jujur untuk menyiasati administrasi BOS,” ujarnya.

Pemerintah, kata Abdul Rofe, tidak seharusnya menjadikan lembaga pendidikan sebagai objek pajak. “Masyarakat, melalui yayasan-yayasan, sudah berbaik hati ikut mendirikan sekolah untuk membantu program pemerintah. Seharusnya yayasan swasta dibantu agar maju dan setara dengan sekolah negeri, bukan malah dijadikan objek pajak,” katanya. (A-71)***

Draft Desain LOGO dan Kartu Anggota APPIDI

LOGO DESAIN APPIDI KARTU

LOGO DESAIN APPIDI KARTU

One comment

  1. dear APPIDI, mohon info saya punya yayasan pendidikan / sosial, dan punya sms di kabupaten, yg saat ini dapat dana bos, bagaimana cara melaporkan pajak yayasan dengan adanya dana bos tersebut?
    Mohon informasinya untuk kami



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: