h1

Proses Pembuatan Batik

02/06/2009

Secara umum proses pembuatan batik melalui 3 tahapan yaitu pewarnaan, pemberian malam(lilin) pada kain dan pelepasan lilin dari kain.

Kain putih yang akan dibatik dapat diberi warna dasar sesuai selera kita atau tetap berwarna putih sebelum kemudian di beri malam. Proses pemberian malam ini dapat menggunakan proses batik tulis dengan canting tangan atau dengan proses cap. Pada bagian kain yang diberi malam maka proses pewarnaan pada batik tidak dapat masuk karena tertutup oleh malam (wax resist). Setelah diberi malam, batik dicelup dengan warna. Proses pewarnaan ini dapat dilakukan beberapa kali sesuai keinginan, berapa warna yang diinginkan.

Jika proses pewarnaan dan pemberian malam selesai maka malam dilunturkan dengan proses pemanasan. Batik yang telah jadi direbus hingga malam menjadi leleh dan terlepas dari air. Proses perebusan ini dilakukan dua kali, yang terakhir dengan larutan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan. Setelah perebusan selesai, batik direndam air dingin dan dijemur.

Sumber : batikpekalongan

One comment

  1. asswrwb, salam sejahtera buat kang’riva dan teh’guru…na
    kukhus teh’guru, tolong bisa bantu menjaga dan melestarikan budaya batik khas Cianjur’nya yang baru dipatentkan pakem kekhasannya “beasan”, artinya apapun motif batiknya yang disesuaikan dengan budaya/adat istiadat/potensi alam dan lainnya, yang penting harus ada unsur padi (dari mulai tanah, akar, batang, daun, bunga hingga buah/pulir (gabah atau padi), itulah ciri/tanda = pakem batik Cianjur.
    insyaallah, dalam waktu dekat ini akan diselenggarakan lomba motif batik untuk seragam sekolah (sd, sltp. slta – sederajat) seCianjur. pesertanya dari jenjang sd.sltp.slta-sederajat, dari juara/pemenang lomba motif itu dijadikan seragam sekolah untuk masing masing tingkatannya (lomba berhadiah Bea Siswa dan menjadi Duta Batik siswa), mudah mudahan batik jadi pemersatu dan dapat meningkatkan kembali rasa nasionalisme melalui pakaian seragam batik kebersamaan. selain menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia [tak benda] > (UNESCO 2 Oktober 2009) sejak usia dini, dengan batik kebersamaan pasti tidak akan ada Tawuran…nya. > bantos sosialisasi na, amin



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: