h1

Perpisahan – Pamit

09/15/2008

Perpisahan bukanlah suatu hal yang menyakitkan..!

Ada pertemuan, pastilah ada perpisahan… walau perpisahan ini membawa luka teramat dalam, namun harus di jalani demi masa depan dan kebahagiaan….

Selamat Jalan… Semoga Kamu menemukan kebahagiaan di sana..

Entahlah Tiba-tiba saja di tengah keheningan malam sayup-sayup di radio tetangga depan rumah terdengar syair lagu yang di nyanyikan oleh Broery lagu Pamit. Ada sesuatu yang aneh terdengar di sana. Begitu Lirih Namun sangat jelas terdengar di Telinga, hingga ku hentikan seseaat aktifitas saya hanya ingin mendengarkan syairnya dan menyimak baik demi bait yang di lantumkan olehnya. Sebait Lagu Perpisahan “Pamit” Pergi, yang syairnya adalah :

Ijinkan aku pergi. apa lagi yang engkau tangisi, semogalah penggantikudapat lebih mengerti hatimu
Memang berat kurasa, meninggalkan kasih yang kucinta, namun bagaimana lagi .semuanya harus kujalani
Selamat tinggal…. kudoakan .. kau selalu bahagia hanya pesanku.. jangan lupa, kirimkan kabarmu

Bila suatu hari… dia membuat kecewa di hati batin ini takkan rela mendengarmu hidup menderita.. ..

Sayang….. walau kebersamaan kita hanya sesaat  namun kau tetap bagian dari jiwaku kuiringi kepergianmu dengan ikhlas hati  semoga kelak kita dapat bersatu lagi…

9 komentar

  1. bade angkat kamana ? gimana keadaan Cianjur sekarang sudah lama sekali enggak kesana, kangen juga 🙂


  2. Pamit Ninggalin BLoG :-p


  3. Karena Sibuk Mencari Nafkah saya telah melupakan sesuatu yang sangat berharga,

    Keluarga.Padahal awal dan tujuan saya bekerja adalah demi keluarga. Demi Anak dan IStri.

    Namun Apa Yang Terjadi..? Ya Beginilah..

    Tidak Menutup Kemungkinan ini terjadi pada diri Anda, Entah Itu Wanita (Istri) maupun

    Laki-laki sebagai Suami dari Kepala Keluarga.

    Maka berhati2lah anda dengan Lingkungan Sekitar, Baik Lingkungan Kampus – Lingkungan

    Kantor Maupun Lingkungan Sekitar Anda. Perselingkungan biasanya terjadi tanpa anda

    sadari. Dan anda akan menyadarinya setelah semua itu terjadi.

    Lingkungan Kantor, Hati-Hati jika anda merasa dekat dengan seseorang lawan jenis yang

    lain-dari biasanya. Dan Lingkungan Kampus, Anda Harus Berhati-hati jika telah merasa

    jika seandainya tidak ada si dia di kampus anda merasa kehilangan…. dan anda akan

    mencari-dan mencari kesana kemari walau secara sembunyi-sembunyi.

    Biasanya awalnya hanya titip salam, sebatas kawan mengerjakan Tugas-tugas kampus namun

    lambat laun telah tumbuh sesuatu yang anda sendiri tidak menyadari bahwa dirumah ada

    tanggung jawab dan kewajiban yang lebih utama.

    Ternyata, menurut sumber yang aku baca , perselingkuhan yang sebenarnya, hampir

    semuanya diawali dari yang namanya selingkuh emosional. Tapi, rata-rata mereka yang

    terjebak perselingkuhan itu, pada awalnya tidak menyadari bahwa mereka telah terlebih

    dahulu terjebak dalam perselingkuhan emosional. Karena biasanya, mereka secara tidak

    sadar berlindung dalam salah satu ‘tameng ego’ yang disebut defense mekanisme dengan

    selalu mengatakan kepada diri sendiri dan pasangan bahwa “dia cuman teman!”.

    Padahal, dalam era ‘campur-aduk’ sekarang ini, dimana segala bentuk komunikasi antara

    pria dan wanita tidak dibatasi apapun, siapapun (termasuk kita) rentan terjerumus tanpa

    sengaja dalam perselingkuhan emosional. Sebab menurut ahli, perselingkuhan emosional

    dapat dimulai dari mana saja dan dengan sapaan yang paling sederhana seperti ‘hai atau

    halo’, bisa dimulai dari ruang rapat, lobi kantor, halte bis atau bahkan dari chatroom.

    Karena itu, agar kita tidak semakin tertarik jauh ke dalam lingkaran perselingkuhan yang

    sebenarnya, yuk kenali tanda-tanda perselingkuhan emosional itu. Kalau ternyata kita

    merasakan salah satu tandanya sedang berproses dalam kehidupan kita, ya mari kita sadar

    :D, tapi kalau ternyata tidak ada satupun dari tanda-tanda itu sedang terjadi dalam diri

    kita, ya mari kita bersyukur dan senantiasa meningkatkan ‘kewaspadaan diri’, hehe…

    1. Mulai Berahasia
    Setiap orang memiliki rahasia, itu hal yang wajar dan memang diperbolehkan. Tapi coba

    diingat-ingat, apakah Anda mulai menutupi sedikit demi sedikit hubungan pertemanan Anda

    dengan seseorang kepada pasangan (suami/istri)? Jika iya, coba tanyakan mengapa? Lalu

    tanyakan juga, apakah Anda mulai menutupi detil-detil dari hubungan pertemanan itu?

    Seperti misalnya, ketika pasangan bertanya “kapan terakhir kontak sama A?” (anggap aja A

    ini seseorang yang aku sebut tadi) lalu Anda jawab “wah, sudah lupa, wong sudah lama

    banget”, padahal kenyataannya baru dua jam yang lalu Anda telpon-telponan sama si A itu.

    Atau Bahkan Anda Baru bebeapa detik yang lalu sedang ber SMS ria Menumpahkan segalanya.
    Bahkan Hanya Untuk Menjawab SMS dari Pasangan Anda sendiri andai Telah Mengabaikan

    dengan Berjuta Alasan Yang tidak masuk di akal. Misal HP sedang di Cas, Telpon

    Ketinggalan – HP sedang di dalam TAS, Tidak kedengarnya bunyinya atau Bahkan dengan

    alasan yang bisa menyakitkan pasangan Misalkan Sedang Capek – Ngantuk dan Lain

    sebagainya.
    Meski mungkin Anda punya tujuan tertentu untuk berbohong (anggap saja menurut Anda itu

    demi kebaikan), Anda harus mulai waspada, benarkah kebohongan itu untuk kebaikan seperti

    yang Anda maksudkan? Kata seorang ahli, pasangan seharusnya tidak berahasia dengan

    pasangannya tentang teman akrabnya, meski hal itu dirasakan akan menyakiti hati, membuat

    marah atau membuat cemburu.
    Kejujuran dan kepercayaan seperti ini adalah syarat yang tak bisa ditawar, dikalahkan

    atau dikorbankan dalam membina suatu rumah tangga.

    2. Memindahkan Kepercayaan
    Setiap orang, terlebih yang namanya wanita, pasti memerlukan tempat untuk mencurahkan

    perasaan (curhat) saat sedang dirundung suatu permasalahan. Tapi coba dipikir kembali,

    apakah Anda mulai mencurahkan hal-hal yang seharusnya menjadi rahasia rumah tangga

    kepada pihak luar (terlebih kepada lawan jenis)? Hal-hal seperti keintiman seksual,

    perbedaan yang tak bisa didamaikan, soal finansial rumah tangga atau detail mengenai

    kelemahan pasangan, tak boleh dipercayakan kepada orang lain. Kalau Anda merasa mulai

    mengeluhkan pasangan Anda kepada teman (yang berbeda jenis kelamin dengan Anda),

    hati-hati, sebaiknya jangan diteruskan. Tapi kalau Anda protes “gimana dong? curhat sama

    dia bikin perasaan plong, dia bisa ngertiin aku”, itu artinya Anda memang sudah tidak

    setia secara emosional kepada pasangan Anda.

    3. Mulai Membandingkan
    Lalu, coba dipikir-pikir juga, apakah akhir-akhir ini Anda secara sadar atau tidak mulai

    membandingkan pasangan Anda dengan orang lain? Misalnya saja pembandingan itu hanya

    sebatas angan-angan Anda seperti “seandainya istriku seseksi si A” atau “coba klo

    suamiku sesabar si B”. Hanya dalam angan saja, kebiasaan membandingkan sudah dapat

    dikategorikan sebagai cikal bakal ketidak-setiaan, apalagi kalau sampai terucap. Sekali

    dua kali membandingkan mungkin tidak jadi masalah, tapi kalau jadi kebiasaan, itu adalah

    tanda bahaya. Karena seseorang yang terbiasa membandingkan akan semakin merasa tidak

    puas terhadap pasangannya.
    Ingatlah Selalu,Walau Bagaimanapun Pasangan Anda adalah yang terbaik. Tidak ada yang

    sempurna di dunia ini. Pepatah bilang, Rumput tetangga Lebih Hijau dari Rumput sendiri.

    Belom Tentu Setelah anda mengenal lebih jauh dan dalam anda akan menemukan Kelebihan2

    itu. Bahkan Bisa sebaliknya. Justeru inilah tantangan bagi anda untuk menyempurnakan

    sebagai pasangan yang baik. Saling Menutupi Kekurangan satu dengan yang lain.

    4. Kualitas Waktu
    Waktu seperti apa yang biasa Anda habiskan bersama pasangan Anda? Apakah sebatas

    kewajiban sebagai suami istri? Apakah hanya melakukan rutinitas? Apakah hanya

    berdasarkan keharusan seperti pergi ke suatu acara demi anak-anak? Atau apakah Anda

    masih suka kencan berdua, tanpa anak, tanpa keluarga atau teman lainnya? Lalu coba

    diingat-ingat, apakah Anda terlibat dengan aktivitas-aktivitas di luar tanpa pasangan

    Anda? Seperti seperti melobi tamu kantor di sebuah cafe yang biasanya mengorbankan waktu

    untuk pasangan/keluarga? Apalagi jika kencan seperti itu dilakukan hanya berdua saja

    dengan partner berbeda jenis kelamin, hati-hati, sebaiknya ajaklah banyak teman atau

    pasangan Anda, atau jangan lakukan sama sekali. Hidarkan Sebisa Mungkin Berkomunikasi

    walau lewat SMS tanpa sepengatahuan Pasangan, apalagi jika sampai meluangkan waktu yang

    seharusnya waktu tersebut tidak ada dengan alasan tugas ini dan tugas itu..

    5. Mulai Tertarik
    Sekarang, coba jujur pada diri sendiri. Apakah Anda mulai tertarik pada salah seorang

    teman Anda karena penampilan istimewanya? Atau apakah Anda mulai tertarik pada caranya

    melakukan sesuatu? Atau pada caranya menyapa Anda? Jika iya, pejamkan mata dan tarik

    nafas panjang, kembalilah fokuskan perhatian emosional Anda hanya pada pasangan Anda.

    Dan jangan lupa banyak-banyaklah berdoa untuk dijauhkan dari godaan-godaan emosi semacam

    itu.

    Jika dalam kehidupan pernikahan Anda, ada salah satu saja dari ke-5 hal di atas, cobalah

    sadar, jangan berusaha berlindung dibalik tameng ego dengan mencoba mencari pembenaran

    atas apa yang Anda lakukan. Dan bila ada 3 dari 5 hal di atas dalam kehidupan pernikahan

    Anda, jangan tunda lagi, segera cari bantuan profesional, bisa pemuka agama atau

    konselor perkawinan.

    Selanjutnya, coba simak beberapa tips berikut, agar ikatan emosional Anda dan pasangan

    Anda terjalin semakin kuat:

    1. Hargailah pasangan Anda dengan mulai lebih terbuka kepada pasangan tentang

    teman-teman lawan jenis Anda. Jangan rahasiakan hal-hal sekecil apapun yang Anda lakukan

    bersama teman Anda itu. Hal ini untuk menunjukkan bahwa tak ada yang istimewa antara

    Anda dan teman Anda yang pantas Anda tutupi dari pasangan Anda. Dengan kata lain, tak

    ada orang lain yang membuat Anda rela membohongi belahan jiwa Anda.
    2. Jagalah rahasia pasangan Anda. Jika ada hal-hal yang membuat Anda kecewa, coba

    bicarakan secara terbuka dengan pasangan. Ungkapkan kekecewaan dan harapan Anda secara

    sportif. Tunjukkan bahwa meski dia telah membuat Anda kecewa, tapi Anda masih

    menyayanginya dan akan selalu memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri. Atau kalau

    kelemahan itu bukan sesuatu yang bisa diperbaiki, maka maafkanlah, dan terimalah

    pasangan Anda seperti apa adanya.
    3. Berhentilah membandingkan pasangan Anda dengan orang lain, meski itu hanya dalam

    hayalan! Kebiasaan membandingkan, tanpa Anda sadari hanya akan membuat cinta Anda kepada

    pasangan semakin mengecil. Pasangan Anda mungkin memang bukan yang terbaik, tapi

    yakinilah bahwa dia adalah yang terbaik untuk Anda. Falsafah ini, selain akan menambah

    rasa sayang Anda terhadap pasangan, juga akan membuat Anda sadar diri dan berhenti

    berfikir “saya seharusnya mendapat yang lebih baik”.
    4. Mungkin Anda adalah orang yang super sibuk, sehingga 24 jam sehari 7 hari seminggu

    rasanya tak cukup untuk mengkaver kesibukan Anda itu. Tapi seberapapun sibuknya Anda,

    cobalah untuk lebih banyak meluangkan waktu untuk pasangan. Misalnya duduk berdua saja

    selama 30 menit setiap hari untuk ngobrol apa saja, saat anak-anak sudah tidur. Atau

    manfaatkan akhir pekan untuk kencan berdua dengan pasangan, tanpa harus membicarakan

    soal anak, rumah tangga apalagi pekerjaan. Atau luangkan satu jam waktu Anda di hari

    Minggu untuk melakukan aktivitas berdua dengan pasangan, misalnya memasak atau mencuci

    pakaian atau aktivitas lain yang kelihatannya sepele tapi jika dilakukan bersama dengan

    pasangan akan menimbulkan kedekatan secara emosional.
    5. Tunjukkan komitmen kepada pasangan Anda setiap hari. Lakukan sesuatu yang bermakna

    untuk pasangan Anda setiap hari. Bisa berupa pesan cinta atau menelpon. Jangan jadikan

    kebiasaan ini sebagai beban, tapi jadikanlah sebagai kebiasaan yang menyenangkan.

    Melakukan sesuatu untuk pasangan mengingatkan Anda di sepanjang hari, betapa istimewanya

    dia untuk Anda. Fokus pada hal-hal manis yang dilakukan pasangan Anda untuk Anda, dan

    ingat, bahwa agar hubungan bisa tumbuh dan berkembang, diperlukan waktu dan usaha.

    Simpan banyak foto pasangan Anda dan anak-anak Anda di meja kerja/kantor sebagai

    peringatan visual kepada Anda dan orang lain tentang prioritas Anda.
    6. Jika harus pergi ke luar kota untuk melaksanakan tugas kantor, letakkan beberapa

    foto pasangan atau keluarga Anda di kamar hotel. Anda memang tak perlu foto untuk

    menghindari perselingkuhan, tapi perlu diselubungi cinta, dan foto-foto itu dapat

    membantu Anda untuk tetap fokus, bahwa betapa banyak cinta yang Anda miliki dalam hidup

    Anda, bahkan ketika keluarga Anda jauh di mata.


  4. met kenal…kadang perpisahan sangat sulit memang…tapi jangan terlalu ditangisi agar kita jangan lupa pertemuan…..
    bila kita berpisah anggaplah kita belum memiliki untuk sementara ini…tukaran link tuk mbak…


  5. salam… kesini lagi 🙂

    http://cantigi.wordpress.com/2008/08/19/ibsn-ibsn/


  6. @Wajar


  7. ada gak yaaa perpisahan yang menggembirakan ????


  8. Ada Pertemuan – Patilah ada perpisahan..!!! Lupakan dan jadikan semua sebagai kenangan..! Salam Dari Purwodadi BLOG


  9. Berpisah untuk kebahagiaan seseorang,ada baiknya. apakah benar dengan perpisahan seseorang itu akan bahagia? mungkin perlu diteliti lagi. Waspadalah dengan keindahan yang bisa membuat kita terjebak pada perselingkuhan atau pada tindakan lainnya.



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: