h1

Menyambut Tahun Ajaran Baru

06/25/2008

Menyambut Tahun Ajaran Baru 2008/2009 tahun ini berbagai media masa dipenuhi dengan iklan seputar kampus baik negeri maupun swasta, tidak ketinggalan pulan pendidikan TK – SD – SMP dan SMA berlomba-lomba untuk menjaring siswa sebanyak-banyaknya.

Inilah yang terjadi di dunia pendidikan kita. Disatu sisini setelah lulus sekolah binggung mencari sekolah yang baik dan tepat sesuai dengan bakat – minat disisi lain setelah luluh sekolah binggung mencari lowongan pekerjaan yang ada.

Persaingan dalam dunia pendidikan semakin ketat. Banyak yang menawarkan dan menjanjikan ini dan itu yang intinya jika lulus dari Kampus A atau atu sekalah C maka akan mudah mendapatkan pekerjaan. Bahkan ada yang berani menjanjikan bahwa jika nanti kuliah di kampus “”A”” setelah lulus dipastikan akan bekerja. Iming-iming yang seperti ini tentunya yang banyak diminati oleh pencari sekolah dan kampus, karna mereka beranggapan bahwa setelah lulus nanti sudah dapat dipastikan bekerja, karena orientasi mereka belajar dan kuliah adalah kelak harus bisa menjadi pekerja – bukan menciptakan lapangan pekerjaan.

Bukan hanya penyaluran kelulusan nanti yang ditonjolkan tetapi fasilitas yang dimiliki oleh kampus ataupun sekolah itu sendiri. Jika masuk ke sekolah atau kampus “”A”” Kampus atau sekolah tersebut sudah difasilitasi dengan berbagai fasilitas yang mewah dan megah juga termodern. Ini tentunya akan menaikan gengsi dan pamor tersendiri.

Sekarang tinggal kita sendiri mau memilih yang mana? Sekolah atau kampus yang berkualitas / bermutu – kampus yang berfasilitas serba komplit atau kampus yang merangkap sebagai penyalur tenaga kerja..?

5 komentar

  1. wuih .. udah mulai ngeBlog lagih ternyata .. kirain masih rehat .. 😀

    yup, asal berkualiatas ajah .. yang penting kan sekolah itu tidak hanya menambah ilmu tapi juga merubah perilaku ..

    jangan sampai kuliah tinggi-tinggi, tapi kelakuan masih kayak anak SD .. seneng berantem .. anarki ..


  2. Ass.
    idealnya sih sekolah yg terbaik (baca elit)……..tp kadang sekolah terbaik (baca elit) itu tidak terjangkau secara finansial oleh ortu walimurid.
    tapi sekolah kampungpun sebenarnya ndak pa2 asal sistem pengajarannya baik.
    Banyak kok orang2 besar d sukses hari ini yg berasal dari sekolah kampung. ingat Andrea Hirata.

    btw,salam kenal mbak, thanks udah mampir diblogku.sy link nanti ya (minta ijin)


  3. assalamualaikum

    siang mbak 🙂

    banyak yang harus dibenahi. mulai dari mental bekerja (sayapun masih bekerja), liberalisasi pendidikan, dan pendidikan berbasis nilai (bukan menciptakan siswa bernilai)..

    wallahualam. kondisi-kondisi ini harus diperbaiki. kita harus masuk jadi bagian dari solusi. insyaAllah jadi amal yang membawa kebahagiaan dunia akhirat.


  4. absen aja ah…

    permisi teh…

    saya panitia PSB sekolah lho… :mrgreen:
    *promosi online, sapa tau ada yg mau skul di skul sayah* 🙂


  5. Assalamualaikum;
    Apa Kabar Cianjur?
    Sebenarnya tidak ada seorang yang yang menolak ato memungkiri bahwa pendidikan ato akademis adalah bagian dari kesempurnaan. Karena jika seseorang berkependidikan maka dia telah memiliki sesuatu yang patut dibanggakan.
    Hanya saja orang terkadang berpikir bahwa kebanggaan tersebut tidak dapat diekpresikan jika tidak dibarengi oleh pekerjaan. Itulah fenomena yang ada di Indonesia. Silahkan berkependidikan setinggi apapun tapi kalo ga kerja alias nganggur ya sama aja, lebih baik dia ga berpendidikan tapi memiliki pekerjaan. Itulah kondisi yang ada di Indonesia.
    Jadi memiliki pekerjaan itu lebih baik dari pada memiliki pendidikan.
    Mengapa hal itu terjadi? Padahal orang yang mencari ilmu itu lebih baik dari pada mencari harta (pekerjaan), mencari dunia; bahkan sebenarnya kita diperbudak oleh dunia untuk mencari uang sebanyak2nya,(lain halnya dengan seorang suami yang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan istri dan anaknya bukan untuk menumpuk harta kekayaan.)
    Nah di Indonesia seorang yang sudah memiliki pekerjaan berarti dia sudah sempurna padahal hal itu adalah imege yang keliru, harus dibenahi kembali apa sebenarnya tujuan kesempurnaan itu, apakah benar memiliki sebuah pekerjaan yang baik dan terhormat adalah sebuah tujuan, bukankah masih banyak tujuan2 lain yang lebih sempurna dari itu. Tapi saya juga tidak menyalahkan seseorang yang memiliki tujuan seperti itu, karena tinggal di Indonesia sepertinya dituntut untuk seperti itu, karena pemerintahan di Indonesia mendukung rakyatnya untuk begitu, namun bukan hal yang mustahil untuk merubahnya, semoga.
    Senang bisa berkunjung di blog ini.
    Wassalam.



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: