h1

PERENCANAAN TELEMATIKA DAN BANTUAN TEKNIS PENYUSUNAN DRAFT KEBIJAKAN TELEMATIKA PROVINSI BANTEN

03/10/2008

PERENCANAAN  TELEMATIKA DAN BANTUAN TEKNIS PENYUSUNAN

DRAFT KEBIJAKAN TELEMATIKA PROVINSI BANTEN

PENDAHULUAN

Pembangunan Infrastruktur E-Government berkaitan sangat erat dengan pembangunan jaringan komunikasi data. Hal ini mengingat fungsi dominan yang menjadi salah satu syarat tercapaikan konektifitas dan hubungan pertukaran data baik antar instansi pemerintah (G2G), antara lembaga pemerintahan dengan dunia usaha (G2B) maupun antara pemerintah dengan masyarakat (G2C). Ketiga unsur stake holder tersebut hanya dapat berinteraksi melalui pemanfaatan teknologi informasi jika didukung dengan jaringan komunikasi yang memadai. Sehubungan dengan penerapan E-Government di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, dukungan infrastruktur jaringan sangat diperlukan demi tercapainya tujuan pengembangan E-Government sebagaimana diamanatkan oleh Inpres No. 3 Tahun 2003 Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.

Ada berbagai jenis teknologi jaringan yang saat ini berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Berbagai media dan teknologi transmisi data sudah semakin murah dan terjangkau serta mudah untuk diimplementasikan. Adapun teknologi jaringan yang memungkinkan untuk diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten antara lain adalah:

1.1.      VSAT (Jaringan Satelit)

VSAT adalah singkatan dari Very Small Appeture Terminal yang memanfaatkan pancaran citra satelit untuk mengirimkan data menuju titik yang diinginkan. Komunikasi data dengan teknologi VSAT ini merupakan satu-satunya media yang memungkinkan untuk menjangkau rural area atau daerah yang tidak terjangkau oleh jalur komunikasi lainnya atau jarak yang ditempuh sangat jauh. Karena satelit berada di luar angkasa, tentunya pancaran citranya dapat menjangkau seluruh permukaan bumi yang berada dalam coverage areanya.

1.2.      Wireless LAN (Jaringan Tanpa Kabel)

Teknologi ini memanfaatkan kemampuan frekuensi radio dalam menjangkau tempat yang berjauhan sehingga kesulitan pemasangan kabel yang selama ini dihadapi dapat teratasi. Akan tetapi jangkauan frekuensi radio yang menggunakan gelombang mikro ini mengharuskan area yang bebas hambatan sehingga implementasi wireless radio link mengharuskan kedua titik dapat saling melihat (on sight). Karena permukaan bumi yang berbentuk bola, otomatis elevasinya mempengaruhi jarak tempuh dari kedua titik radio yang semakin jauh pandangannya akan menyentuh tanah sehingga tidak dapat menjangkau titik diseberang sudut elevasi bumi. Untuk implementasi di dalam ruangan, pemanfaatan teknologi ini sangat menghemat biaya pemasangan kabel dan menjadi solusi pemecahan masalah kesulitan pemasangan kabel pada gedung.

1.3.      Fiber Optic (Jaringan Serat Kaca)

Teknologi ini merupakan teknologi jaringan yang paling mahal namun kualitas dan kuantitas data yang mampu melewatinya juga sangat besar. Jalur komunikasi ini merupakan cara transmisi data yang paling cepat secepat kecepatan cahaya. Hal ini disebabkan karena media yang digunakan untuk membawa data dari satu titik ke titik lainnya adalah cahaya sinar laser. Cahaya tersebut dipancarkan oleh transmiter yang dirambatkan melalui serat kaca untuk diteruskan ke ujung tujuannya.

1.4.      Local Area Network (Jaringan Kabel Lokal)

Teknologi ini merupakan teknologi jaringan tertua yang menggunakan kebel tembaga untuk menyalurkan data dari satu tempat ke tempat lainnya. Sehubungan dengan rugi-rugi dan kalori yang diperlukan dalam merambatkan aliran data melalui kabel ini, maka jarak tempuhnya tidak bisa jauh. Jika jaraknya antar titiknya melebihi 100 meter maka tidak ada lagi jaminan bahwa data akan sampai ke tempat tujuan dengan selamat dan utuh. Untuk itu implementasinya biasanya hanya dilakukan untuk penerapan pada jaringan lokal (Local Area Network).

  1. 2. INFRASTRUKTUR JARINGAN YANG TELAH ADA

Infrastruktur jaringan komunikasi yang telah dibangun untuk mendukung kesisteman e-Government dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten adalah:

2.1. Infrastruktur Backbone Komunikasi Data Eksternal

Merupakan jalur komunikasi utama yang menghubungkan infrastruktur komunikasi internal Pemerintah Provinsi Banten dengan jalur komunikasi data di luar lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Jalur backbone tersebut antara lain adalah:

  1. Backbone Internet

Merupakan jalur utama penghubung ke jaringan internet global. Backbone Internet dengan teknologi VSAT DVB-RCS ditempatkan di Dinas Kesehatan di Kawasan Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Sedangkan backbone cadangan berada KPDE ARDA dengan menggunakan teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL) yang disediakan oleh Telkom. Kedua jalur tersebut di atur di NOC yang terdapat di KPDE ARDA untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh SKPD.

  1. Backbone Jarkompusda

Merupakan jalur utama komunikasi data antara pemprov Banten dengan Depdagri ataupun dengan Pemprov lainnya di Indonesia. Backbone ini merupakan backbone Intranet Nasional yang dapat dimanfaatkan untuk komunikasi Video Conference maupun data.

  1. Backbone Jarkom BMG

Merupakan jalur komunikasi deseminasi Early Warning System untuk gempa bumi dan Tsunami terutama yang terjadi di sekitar wilayah Provinsi Banten. Setiap informasi gempa dan potensi tsunamin disebarkan oleh BMG melalui satelit yang akan diterima oleh receiver yang dihubungkan ke server EWS yang saat ini dikelola Sanditel Biro Humas untuk selanjutnya disebarkan ke seluruh instansi dan pihak terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Sumber : http://telematika.co.id | http://bantenonline.com

Download : http://telematika.co.id/blueprint

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: