h1

Kepala Sekolah pun Terus Berutang

02/09/2008

Cianjur | Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ibarat nyawa bagi setiap sekolah dasar/madrasah ibtidaiah (MI), dan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiah (M.Ts.) . Dana bantuan pemerintah tersebut, diberikan setiap bulan Rp. 29.500, 00/siswa. Hal ini diberlakukan triwulan melalui kantor pos cabang terdekat.

Namun, apa jadinya apabila pengucuran dana tersebut terlambat? Seperti pencairan dana triwulan kali ini yang seharusnya dibayarkan Januari 2008, tetapi belum juga diterima para pengelola sekolah dan madrasah di Kab. Cianjur.

“Hingga kini, belum ada kabar kapan turunnya dana BOS untuk periode Januari. Padahal, kami sangat memerlukannya,” ujar Gunawan Jamhur, S.Pd. (40), Kepala MTs Attarbiyyah di Desa Ciharashas Kec. Cilaku Kab. Cianjur.

Kalau sudah begini, ayah dua anak ini akhirnya harus memutar otak, sebab ia harus mendanai operasional sekolah dengan 324 murid dan 23 orang guru yang semuanya berstatus guru honorer. “Jalan satu-satunya adalah mencari pinjaman ke mana-mana, sebab kebutuhan operasional sekolah kan harus tersedia setiap hari. Belum lagi honor para guru sukwan, karena mereka sangat membutuhkannya. Yang paling repot bila meminjam pun sulit, maka terpaksa pembayaran honor guru pun dicicil,” kata Gunawan saat dijumpai di sekolahnya, Sabtu (9/2).

Menurut dia, pencairan dana BOS tiap bulannya kerap tidak menentu, namun keterlambatan kali ini terhitung lama, hingga sempat menunda pembayaran honornya sendiri, sebagai kepala sekolah demi mengutamakan honor para gurunya.

Pengalaman serupa dirasakan Hj. Tuti Kuriniati Kepala SMP Negeri 4 Cianjur. Dengan jumlah siswa hampir mencapai 800 orang, maka tingkat kesulitan dalam pemenuhan dana operasional sekolah pun, lebih tinggi dengan adanya keterlambatan pencairan dana BOS periode Januari 2008 ini.

“Harapan saya, pencairan dana BOS agar terakomodasi dengan baik, sehingga proses pencairannya pun tepat waktu, hingga tidak merepotkan sekolah. Kan bayaran bulanan sudah tidak lagi memungut kepada siswa,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Revin Junaedi Kepala SDN Lembur Tengah Cianjur. Ia berharap, proses pencairan dana BOS tidak melalui proses yang terlalu panjang, yang dampaknya hanya akan mengganggu proses belajar siswa di sekolah.

Namun, tampaknya kesulitan yang dialami para pengelola sekolah tersebut masih akan terus berlanjut, sebab menurut Sekretaris IV DPRD Cianjur Dudi Aryadikara, dana BOS untuk tiga bulan lalu yang semestinya dibayarakan Januari 2008 hingga saat ini masih tertahan di Provinsi Jawa Barat karena menunggu proses audit.

Dia menjelaskan, proses audit diperkirakan akan selesai 15 Februari 2008, setelah itu akan memasuki proses pembahasan di panitia anggaran DPRD Cianjur dan instansi terkait .”Dana BOS periode Januari 2008, kemungkinan baru akan didistribusikan awal Maret, karena harus dirapatkan dulu di panitia anggaran. Tentunya, kepada para pengelola sekolah diharapkan dapat memakluminya, sebab proses ini untuk kebaikan bersama agar segalanya terkontrol dan tepat dalam perhitungannya,” ujarnya. (Luki Muharam / “Galura”)***

One comment

  1. ada banyak oknum yang mengaku wartawan berkeliaran di daerah cianjur selatan, mereka melakukan pemerasan terhadap sekolah sekolah dasar dengan dalih dalih yang terkesan mengada ada dan tidak rasional.kepada pihak terkait mohon penomena ini jadi perhatian dan segera di tertibkan.



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: