h1

Pungutan Dana Tunjangan Honorer

01/15/2008

Di tengah dugaan adanya penyunatan tunjangan honorer MI, MTs dan MA, kemarin kakandepag Kabupaten Bogor mendapat dukungan dari Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bogor. Malahan, organisasi profesi itu menuding pihak Bank Mandiri sebagai eksekutor penyaluran tunjangan tersebut tidak bekerja secara profesional.

“Saya kira ada oknum yang ingin mengacaukan kenikmatan rekan-rekan guru setelah menerima dana tunjangan. Mungkin oknum itu ingin mencari celah untuk melakukan potongan, tapi dia kesulitan karena ternyata dana disalurkan melalui bank,” terang Ketua PGM Kabupaten Bogor Muhammad Nizar bersama rombongannya saat tandang ke Graha Pena Bogor, kemarin.

Menurut dia, dugaan adanya isu penyunatan dana dianggapnya terlalu menyudutkan Depag Kabupaten Bogor. Mereka menyebutkan bahwa pemotongan tunjangan sebesar Rp150.000-400.000 itu tidak benar.

“Yang ada mungkin hanya biaya administrasi sebesar Rp15.000-20.000 untuk pembelian dua carik materai, fotokopi dan pembiayaan kebersihan gedung dan sebagainya. Jadi, kalau ada yang menyebutkan ada potongan Rp150.000-400.000, sama sekali itu tidak benar,” tegasnya.

Dia pun menyangkal telah terjadi keterlambatan dalam pembayaran tunjangan. Menurut dia, Depag pusat sudah menurunkan anggaran pada 28 Desember 2007 melalui Bank Mandiri. Sementara bank milik pemerintah baru mencairkannya pada 10 Januari.

“Depag berbeda dengan Dinas Pendidikan. Jika Dinas Pendidikan mencairkannya dua kali dalam setahun, Depag mencairkannya sekaligus yaitu pada akhir tahun. Jadi, ini tidak terlambat,” tegas kepala MAN Jonggol tersebut.

Dia justru menghaturkan apresiasinya terhadap kinerja Depag Kabupaten Bogor yang sudah peduli dengan nasib guru honorer. “Mereka bekerja full time selama dua minggu untuk mencairkan tunjangan, termasuk proses pembuatan SK. Padahal, sebenarnya pekerjaan itu tidak ringan,” katanya.

Disesalkan

Sementara Ketua Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kabupaten Bogor Yusfitriadi menilai, antrean panjang saat mengambilan tunjangan honorer secara tidak langsung mempertontonkan kemiskinan Indonesia, di mana ribuan orang rela mengantre hanya untuk mendapatkan tunjangan fungsional selama satu tahun.

Meskipun mengantre, masih ada beberapa guru yang belum bisa mengambil tunjangan tersebut, dengan alasan kelengkapan identitas mereka belum lengkap. “Kejadian seperti ini sama persis ketika dana bantuan langsung tunai (BLT) digulirkan. Ini sama saja dengan mempertontonkan kemiskinan di wilayah Bogor,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, Depag Kabupaten Bogor bisa mengantisipasi kejadian ini dengan memperbaiki mekanisme pengambilan tunjangan tersebut. Seperti memberlakukan zona wilayah untuk menentukan wilayah mana yang akan mendapatkan waktu untuk mengambil tunjangan sebesar Rp2,4 juta.

“Depag seharusnya bisa membuat mekanisme dengan membagi zona wilayah, seperti hari ini dan esok kecamatan mana saja yang bisa mengambil tunjangn tersebut. Jadi, antrean panjang yang terjadi kemarin tidak perlu terjadi,” terangnya.

Dia juga sangat prihatin dengan dugaan adanya pemotongan. Padahal, guru honorer yang mendapatkan tunjangan fungsional ini sudah sangat kesulitan. Ditambah lagi mereka harus dipotong dengan jumlah yang sangat besar. Ini merupakan bentuk kezaliman dan kejahatan.

“Guru honor ini gajinya sudah kecil, kenapa mereka harus dipotong juga. Kalau pemotongan terjadi maka kami dan ormas Islam lainnya akan menghadap kepada Depag untuk meminta penjelasan,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Presidium Ormas Islam Kabupaten Bogor Dadun Abdul Rojak menyayangkan pernyataan kakandepag Kabupaten Bogor yang mengatakan pihaknya tidak melakukan pemotongan. Jika memang tidak melakukan instruksi pemotongan terhadap tunjangan fungsional guru honorer, seharusnya Depag mengambil langkah konkret dalam bentuk pembuatan surat edaran yang diberikan kepada seluruh pengawas, pendais, PD dan PC Ikatan guru Raudhatul Athfal (Igra) dan kepala sekolah terkait pelarangan untuk melakukan pemotongan dengan dalih apa pun.

“Jika mereka melanggar maka Depag harus memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang tidak mengindahkannya,” terangnya kepada Radar Bogor, kemarin.(man/dkw) Sumber : Radar-Bogor

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: