h1

Guru Honorer Tagih Dana Stimulan

08/27/2007

Keterangan dari Pemprov Berbeda dengan Pihak Pemkab

Kabupaten Cianjur | Ratusan guru honorer madrasah diniyah (MD) di Kab. Cianjur, mempertanyakan sekaligus menagih dana bantuan stimulan dari APBD Provinsi Jabar tahun 2006. Pasalnya, dana yang nilai totalnya sekitar Rp 360 juta tersebut, hingga saat ini belum juga mereka terima. Padahal, mereka mendapat kabar bantuan yang diperuntukkan bagi 600 guru madrasah itu, sudah direalisasikan akhir 2006 .

Berdasarkan informasi, sekitar 600 guru MD tersebar di 590 madrasah Kab. Cianjur sudah dua kali menerima bantuan dana stimulan, nilainya masing-masing Rp 600.000,00/orang. Bantuan 2004, mereka terima awal 2005. Kemudian bantuan 2005, diterima awal 2006. Sedangkan bantuan 2006, hingga saat ini sudah memasuki akhir Agustus 2007 belum juga diterima.

Sementara, mereka mendapat kabar bantuan stimulan dari APBD Provinsi Jabar 2006, sudah diterima Pemkab Cianjur sekitar Desember tahun lalu. Malahan, mereka juga mengetahui ada kuitansi penerimaan yang ditandatangani Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh. Pada kuitansi itu, tertulis telah menerima dari Pemprov Jabar senilai Rp 360 juta untuk pembayaran honor guru agama madrasah diniyah/MDA di Kab. Cianjur sebanyak 600 orang, masing-masing Rp 600.000,00/orang.

“Biasanya, pengalaman dua tahun sebelumnya bantuan stimulan itu diterima setiap awal tahun. Jadi, harusnya bantuan 2006 itu bisa diterima awal 2007 lalu. Tapi, sekarang sudah Agustus, kenapa bantuan itu belum juga direalisasikan,” kata Ketua Paguyuban Guru Honor Madrasah Diniyah Sen Ali kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Dia menduga bantuan dari Pemprov Jabar itu masih tertahan di Pemkab Cianjur. Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan kenapa bantuan itu belum juga direalisasikan. Kemudian mendesak agar pemkab segera mencairkannya. Alasannya, saat ini mendekati bulan puasa, para guru membutuhkan dana tersebut. “Kami sudah beberapa kali menanyakannya ke Pemkab Cianjur. Jawabannya dana itu tidak termasuk dalam APBD 2007,” ujarnya.

Ali mengatakan, jawaban yang diterima dari pejabat Pemkab Cianjur itu, berbeda dengan jawaban dari pejabat di tingkat Pemprov Jabar. Ketika menanyakan bantuan stimulan dari Pemprov Jabar, pihaknya mendapat informasi telah direalisasikan ke Pemkab Cianjur sekitar Desember 2006. “Dananya masuk ke rekening kas daerah,” katanya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Cianjur Maskana Sumitra didampingi Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi, Sudradjat Laksana mengatakan, penyebab keterlambatan realisasi bantuan stimulan itu karena baru diterima Cianjur setelah APBD 2007 ditetapkan. Sehingga tidak masuk atau ter-cover dalam APBD tahun 2007 dan dana bantuan provinsi itu baru masuk dalam perubahan APBD tahun ini.

Menurut dia, itu terjadi karena adanya keterlambatan bantuan provinsi masuk ke kas daerah. Sesuai aturan, semua bantuan itu harus terlebih dulu masuk dalam APBD. Sehingga otomatis realisasi bantuan stimulan itu, nantinya baru bisa direalisasikan setelah perubahan anggaran ditetapkan.(A-116)***
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/082007/27/0315.htm

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: