h1

Ribuan Guru Sukarelawan di Cianjur Belum Terima Insentif

08/18/2007

Ribuan Guru Sukarelawan di Cianjur Belum Terima Insentif

Kabupaten Cianjur | Lebih dari 2.000 guru sukarelawan yang mengajar di 400 madrasah diniyah di Kabupaten Cianjur belum menerima insentif tahun 2007 ini. Padahal, para pendidik itu tidak mendapat gaji selama mengajar.

Ketua Forum Musyawarah dan Silaturahmi Madrasah Kabupaten Cianjur Hilman Syaukani, Selasa (18/9), mengungkapkan, para guru sukarelawan yang mengajar di madrasah diniyah sebetulnya mendapat insentif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 600.000 per tahun per guru. Namun, hingga sekarang insentif tersebut belum juga sampai ke tangan para guru.

Hilman menambahkan, dari 2.000 lebih guru sukarelawan tersebut, hanya 600 guru yang akan mendapat insentif dengan pertimbangan keterbatasan anggaran. “Insentif tersebut berfungsi sebagai dana stimulan bagi para guru sukarelawan yang mengajar di madrasah diniyah. Namun, hingga kini dana stimulan itu belum diserahkan kepada guru yang masuk daftar penerima,” kata Hilman.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur Awaludin mengatakan, berdasarkan informasi, dana sudah dicairkan oleh Pemprov Jabar kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur sejak Desember 2006. “Salah satu faktor berlarut-larutnya pencairan insentif tersebut adalah pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Cianjur tahun 2007. Ini berdampak pada pelaksanaan sejumlah program dan pemberian subsidi,” kata Awaludin. Hanya mengabdi

Menurut Hilman, insentif dari Pemprov Jabar sebetulnya sangat penting untuk tetap menjaga integritas guru sukarelawan. Pasalnya, selama ini para guru hanya mengabdi saat mengajar karena tidak mendapatkan gaji. Madrasah diniyah adalah sekolah informal selepas pendidikan formal di sekolah. Proses belajar-mengajar lebih difokuskan pada pelajaran Agama Islam. “Madrasah diniyah menjadi penting bagi anak-anak karena pelajaran Agama Islam di sekolah formal paling-paling hanya dua jam,” kata Hilman.

Untuk tetap menjaga integritas para guru sukarelawan, Awaludin berharap agar insentif untuk tahun 2007 ini segera dicairkan. Awaludin juga menyoroti sangat kecilnya jumlah guru sukarelawan yang lolos verifikasi untuk mendapatkan insentif. Padahal, hampir sebagian besar guru madrasah diniyah membutuhkan insentif tersebut untuk keperluan keluarga. “Insentif sebesar Rp 600.000 per tahun per guru merupakan angka yang tidak terlalu besar bagi pemerintah. Proses verifikasinya harus melibatkan banyak pihak sehingga bisa diperoleh data yang akurat,” kata Awaludin.

Menurut Awaludin, berlarut-larutnya pencairan insentif bagi para guru sukarelawan madrasah diniyah itu merupakan salah satu cerminan belum diperhatikannya aspek pendidikan dengan baik. (aha) **Kompas

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: