h1

Konferensi 2.500 Pendeta Dibatalkan

07/20/2007

CIANJUR–Setelah pertemuan hampir empat jam, akhirnya Konferensi Internasional Tri Tunggal Maha Kudus yang diikuti 2.500 pendeta di Lembah Karmel, Kec Sukaresmi, Kab Cianjur, yang rencananya digelar tanggal 25-29 Juli mendatang akhirnya dibatalkan.

Sementara itu pemerintah dan beberapa ormas Islam serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan dilibatkan dalam tim investigasi perizinan kegiatan di Lembah Karmel.

Informasi yang diperoleh Republika pertemuan yang diadakan di Mapolres Cianjur yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dihadiri oleh 50 perwakilan Ormas Islam dan pihak Lembah Karmel serta Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh. Pertemuan yang berakhir sekitar pukul 13.15 WIB tersebut akhirnya membuahkan hasil pembatalan acara konferensi atas kebijakan pihak Lembah Karmel.

”Setelah hasil diskusi dalam pertemuan, akhirnya pihak Lembah Karmel membatalkan rencana konferensi tersebut,”kata Kapolres Cianjur, AKBP Syaiful Zachri, kepada wartawan, Senin (23/7). Dia menambahkan keputusan tersebut didasarkan pada kesadaran pihak Lembah Karmel.

Menurut Syaiful, sebenarnya acara Konferensi Internasional tersebut hanyalah kegiatan rutin untuk reuni.”Namun karena kurangnya sosialisasi dan pemahaman acara tersebut sehingga banyak warga yang menentang,”katanya.

Sementara itu, terkait kegiatan keagamaan di Lembah Karmel, kata Syaiful, pemerintah akan segera membentuk tim investigasi terkait masalah perizinan.”Pengawasan ada sekarang ini akan ada forum yaitu Tim Investigasi yang melibatkan semua unsur seperti Ormas Islam,”ujar dia.

Dua orang perwakilan pihak Lembah Karmel, Suster Lisa dan Freter Stefanus, mengatakan, ke depan akan melakukan koordinasi dengan pihak pemkab terlebih dahulu sebelum menggelar acara. Mereka menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan izin dari Mabes Polri sejak tanggal 8 Juli lalu dan hanya memberikan surat pemberitahuan kepada Pemkab Cianjur.

Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, meminta agar semua elemen masyarakat di Cianjur menjaga kerukunan beragama. Pertemuan yang diadakan, kata dia, untuk mencari solusi agar tidak terjadi konflik.
(rig ) [sumber: Republika]

One comment

  1. kira-kira kalau didirikan pesantren seluas 600 hektar di Manado atau Tapanuli Utara, kawan-kawan kristen ridho dan ikhlas tidak yaa



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: