h1

Ganja Mulai Tumbuh Di Cianjur

07/04/2007

Judul Berita : Ada ”Cabe Aceh” di Cianjur 

Peredaran narkoba, terutama jenis ganja, sudah menyebar hingga pelosok desa di Jawa Barat. Tidak tertutup kemungkinan, Jabar dimanfaatkan sebagai tempat untuk memproduksi ganja karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung pertumbuhan tanaman itu.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jabar yang juga Wagub Jabar, Nu’man Abdul Hakim pada peringatan Hari Antinarkoba Internasional (HANI) 2007 tingkat Jabar di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar Jln. Dipati Ukur, Bandung , Selasa (3/7). ”Penemuan ladang ganja di Sumedang beberapa waktu lalu menjadi indikasi bahwa Jabar dimanfaatkan sebagai tempat produksi narkoba. Untuk itu, harus segera diberantas dengan memutus mata rantai penyebarannya antara pengguna dan pengedar,” katanya.

Sedikitnya 600.000 orang terkait dalam penyalahgunaan narkoba di Jabar. Dalam empat tahun terakhir, terungkap 3.248 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba atau rata-rata 812 kasus tiap tahun.

Nu’man juga membantah isu legalisasi ganja untuk keperluan tertentu. ”Tidak ada yang namanya legalisasi ganja, sampai sekarang masih dilarang. Kalau digunakan untuk bumbu masak, kan tidak ada masakan Sunda yang menggunakan bumbu daun ganja,” ungkapnya.

Dia malah mendukung hukuman mati kepada pengedar narkoba kelas kakap. ”Saya dukung majelis hakim menghukum mati pengedar narkoba berat,” katanya.

Lokasi baru

Ditemui di lokasi sama, Kapolda Jabar Irjen Pol. Sunarko D.A. mengatakan, pihaknya telah menemukan lokasi baru yang diduga sebagai tempat pengembangan budi daya tanaman ganja, 22 Juni 2007 lalu. ”Sebanyak 15 tanaman kami temukan di Desa Babakankaret Cianjur. Setelah dikaji Badan Narkotika Nasional (BNN), tanaman itu positif ganja,” katanya. Satu lokasi lainnya, masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut Sunarko, temuan pohon ganja di Sumedang dan Cianjur menjadi peringatan bagi warga Jabar. Kasus Sumedang terungkap karena ada laporan masyarakat mengenai jenis tanaman baru bernama ”cabe Aceh” yang ramai dibicarakan. Setelah ditelusuri, ternyata ditemukan ladang ganja di bagian perbukitannya. Indikasi serupa juga ditemukan di Kab. Cianjur.

”Saya tidak mau mengatakan Jabar jadi tempat produksi, tapi di daerah tertentu, tanaman ganja bisa tumbuh. Ini peringatan agar masyarakat waspada,” ujarnya.

Sunarko berjanji akan menumpas habis kasus penyalahgunaan narkoba dan peredarannya tanpa diskriminasi, termasuk bagi jajaran kepolisian dan aparat pemerintahan lain yang terlibat. ”Siapa pun yang kena, kita ambil. Antisipasi lain, tes urine akan terus digelar, tapi jadwalnya rahasia. Kalau diumumkan, nanti jadi dagelan dong,” ucap Sunarko.

3 komentar

  1. Assalamualaikum, te!
    Ganja memang harus dibasmi karena merusak generasi bangsa ini ! Persoalannya adalah bagaimana bisa efektif apabila kita juga sulit percaya pada penegak hukum kita sendiri. Wassalam !


  2. macam mana nak tanam pokok ganja!!


  3. sok tau…legalkan aja!!klo legal kan g’k ada BD nya lagi n ganja akan jadi rokok biasa!
    ganja kan g’k kyak sabu N adiktif lain nya yang “bangsat” n bikin orang candu,od,mampus,…peace!!



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: