h1

Ayam Pelung vs Plu Burung

06/27/2007

riva-ayam-pelung-cianjur.jpgCianjur, Kompas – Para peternak ayam pelung di Cianjur, Jawa Barat, mendesak agar pemerintah lebih aktif menginformasikan kepada masyarakat bahwa ayam pelung aman untuk dipelihara.

Pemerintah setempat juga diminta segera menyosialisasikan tentang virus flu burung kepada para peternak ayam. Pasalnya, wabah flu burung membuat minat masyarakat membeli ayam pelung merosot drastis.

Ketua Himpunan Peternak Penggemar Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) Kabupaten Cianjur Memet Mohamad Tohir mengemukakan hal itu saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Cianjur, Jumat (30/1).

Berdasarkan data Hippapi Kabupaten Cianjur, terdapat sekitar 250 peternak ayam pelung yang tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten tersebut, antara lain Warungkondang, Cipanas, Pacet, Cugenang, Cianjur kota, Cilaku, Cibeber, dan Pagelaran. Setiap bulan, penjualan bibit ayam pelung ke luar Cianjur mencapai lebih dari 10.000 ekor.

Akan tetapi, sejak adanya wabah flu burung, penjualan bibit ayam pelung merosot drastis hingga mencapai 40 persen dari kondisi normal. Menurut Memet, wabah flu burung sebenarnya tidak terlalu berpengaruh bagi para peternak karena belum ditemukan gejala serupa flu burung. Namun, wabah tersebut justru membuat tingkat permintaan bibit ayam pelung dari luar daerah Cianjur anjlok tajam.

“Harga ayam pelung di Cianjur masih stabil, tetapi sejak sebulan terakhir permintaan bibit ayam pelung sangat kurang,” ujar Memet.

Ia menduga para konsumen ayam pelung khawatir jika bibit ayam pelung yang mereka beli terjangkit virus flu burung. Oleh karena itu, sebagian konsumen menghentikan pemesanan ayam pelung untuk sementara waktu. Sejumlah konsumen juga membatalkan pemesanan ayam dari Cianjur yang selama ini dikenal sebagai sentra peternakan ayam pelung.

Pemerintah lamban

Untuk menggairahkan kembali penjualan ayam pelung yang selama ini menjadi produk unggulan Cianjur, para peternak ayam pelung mendesak agar pemerintah lebih aktif menginformasikan bahwa ayam pelung aman dipelihara.

Mereka juga meminta agar pemerintah juga menyosialisasikan bahwa daging ayam potong di Cianjur aman dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, para peternak ayam pelung meminta agar pemerintah setempat lebih aktif menginformasikan tentang virus flu burung kepada mereka. Hingga saat ini para peternak belum pernah mendapat surat edaran maupun pemberitahuan secara lisan dari pemerintah tentang wabah penyakit itu dan cara pencegahan serta pengobatannya.

“Kami sangat membutuhkan informasi tentang virus flu burung itu dan vaksin untuk mencegah penularan penyakit itu,” papar Memet.

Sejauh ini, para peternak ayam pelung hanya mengandalkan informasi yang diperoleh dari media massa, baik cetak maupun elektronik. Padahal, sebagian besar peternak ayam pelung tinggal di daerah pedesaan yang sulit mengakses informasi.

Sebagian lokasi peternakan ayam pelung, Cianjur juga berdekatan dengan lokasi peternakan ayam potong dan pedaging sehingga mudah tertular penyakit yang melanda ayam jenis lain. (EVY) summber http://www.kompas.com / https://rivafauziah.wordpress.com

One comment

  1. Alhamdulilah kasus flu burung tidak melanda ayam pelung dan herannya belum terdengar yang punya ayam meninggal dunia akan tetapi tetangganya saja yang tidak punya ayam makanya lebih baik punya ayan pelung disamping bisa dinikmati suaranya juga dari segi bisnis sangat menjanjikan tidak sedikit orang yang naik haji berkah memelihara ayam pelung begitu juga yang punya rumah karena berkah ayam pelung, bayangkan saja dari sepasang ayam pelung bisa menghasilkan puluhan juta rupiah kalau jantan dan betinanya berkwalitas harga telurnya aja bisa mencapai Rp 50000 sd 100 000 perbutir ;091312807990 ujang guntur



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: