h1

Ber-BLoG Ria

06/26/2007

Memang disadari pula oleh blogger, bahwa terkadang pandangan minor terhadap mereka kerap terjadi. Misalnya saja dicontohkan ketika berdiskusi dalam suatu forum yang melibatkan antara jurnalis (dari mainstream media) dengan blogger, maka terkadang blogger tidak diposisikan setara dengan jurnalis.

Meskipun demikian, hal tersebut ternyata justru menjadi tantangan. “Ini menjadi tantangan untuk blogger, yaitu bagaimana menghasilkan tulisan ataupun media yang kualitasnya bisa bersaing dengan mainstream media,” demikian ditegaskan oleh Ikhlasul Amal (direktif.web.id), blogger yang sengaja datang dari Bandung untuk turut sumbang saran.

Pun, ditambahkan pula oleh Ikhlasul, bahwa blogger jangan pula berharap menulis untuk bisa menjadi selebriti, ataupun ‘dijadikan’ selebriti oleh mainstream media. “Karena (popularitas) nantinya akan bisa menggeser semangat blogger untuk menulis, berdasarkan hati nurani,” Iklasul menegaskan.

Di sisi lain, Itha (anaklauts.blogspot.com), yang mewakili komunitas BlogFam (blogfam.com), menyatakan pula bahwa pemahaman masyarakat awam tentang dunia blog perlu ditingkatkan. “Kami di blogfarm terus berupaya agar semakin banyak orang awam yang bisa paham apa itu blog dan manfaatnya,” ujar Itha.

Itha pun menceritakan pengalamannya mengelola BlogFam bersama rekannya yang lain. “Komunitas blogger itu banyak dan macam-macam. Misalnya untuk Blogfam, ciri khasnya adalah kekeluargaan,” ujarnya.

Itha pun menyarakankan, jika ada komunitas blogger lain yang akan mengadakan acara, meskipun skalanya hanya internal, maka akan lebih baik kalau komunitas lain ikut memberikan dukungan. Saran Itha pun disambut anggukan tanda setuju oleh seluruh peserta diskusi.

Adapun ide tulisan yang berkualitas seperti papar Ikhlasul dan kampanye manfaat blog seperti yang disampaikan oleh Itha, segera direspon oleh Benny Dewanto (blog.indosiar.com/tiatira) yang mewakili komunitas Blog Indosiar (blog.indosiar.com). “Aku pikir, suatu blog bisa berkualitas adalah karena proses,” ujar Benny dengan nada tegas.

“Sesuatu yang menurut seorang blogger bagus, dia akan tulis. Kemudian pembaca akan memberikan komentar atas tulisan tersebut. Proses berkelanjutan antara menulis, memberikan dan menanggapi komentar, adalah suatu proses bertahap menuju kualitas tersebut,” jelasnya.

Let’s do it !”Blog juga bisa menjadi aktualisasi diri. Inilah yang perlu diedukasi ke generasi muda, agar mereka punya keberanian untuk berbicara,” tegas Benny. Benny pun sempat menjelaskan pula rencana pengadaan Blog Awards 2006 (blogawards2006.com) yang didukung oleh beberapa komunitas blogger. “Intinya, kekuatan blog adalah pada people power,” tandasnya. detik.com

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: