h1

Lahan Pertanian di Cianjur Berkurang

05/23/2007

lahan.jpgTerus berkurangnya luas lahan pertanian akibat beralih fungsi menjadi lahan non pertanian, bisa menjadi ancaman yang serius bagi Kabupaten Cianjur sebagai salah satu daerah penghasil beras di Jawa Barat. Dan peralihan fungsi lahan pertanian yang paling sulit untuk dicegah, adalah perubahan yang dilakukan oleh pemilik lahan secara pribadi. Menurut data yang diperoleh “PR” dari Dinas Pertanian Kab. Cianjur, setiap tahunnya peralihan lahan pertanian di wilayah perkotaan mencapai angka dua sampai tiga persen. Sedangkan untuk daerah pedesaan hanya 0,8-1%. Dan perubahan fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi non pertanian yang paling cepat terjadi di kawasan puncak meliputi empat kecamatan yaitu Kecamatan Cugenang, Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi.

meskipun terjadi pengurangan lahan pertanian akibat adanya peralihan fungsi lahan, namun sampai saat ini pengurangan tersebut belum berpengaruh kepada tingkat produksi. Bahkan, sampai saat ini produksi beras di daerah Cianjur masih surplus jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat Cianjur. “Kita harus akui kalau saat ini lahan pertanian mengalami pengurangan luas akibat peralihan fungsi lahan, namun pengurangan yang terjadi belum berpengaruh banyak pada tingkat produksi. Saat ini tingkat produksi beras di Cianjur setiap tahunnya rata-rata 600 ribu ton. Jika mengikuti angka kebutuhan ideal masyarakat menurut perhitungan Bapenas yaitu 120 kg/kapita/tahun, maka tingkat produksi beras dibandingkan dengan jumlah penduduk Cianjur yang mencapai dua juta jiwa kondisinya masih surplus,”

“Seperti perubahan fungsi lahan pertanian teknis yang terjadi disepanjang jalan Cianjur-Sukabumi yaitu di daerah Warungkondang dan Gekbrong. Kita tidak bisa mengeluarkan larangan terhadap warga pemilih lahan pertanian yang mengubah lahan mereka menjadi pemukiman, toko, rumah makan, bengkel atau bangunan lainnya,” katanya. Selain menjaga tingkat produksi dengan melakukan intensifikasi pada sektor pertanian, menurut Wasidi pihaknya juga telah berupaya menyelamatkan produksi beras khas Cianjur yaitu beras Pandanwangi dari ancaman berkurangnya lahan pertanian. Upaya tersebut di antaranya dengan melakukan upaya sertifikasi terhadap Padi Pandanwangi sehingga tidak ada pihak lain yang bisa menggunakan nama Pandanwangi. Selain itu, pihaknya juga telah bekerja sama dengan pihak pengusaha dengan menetapkan daerah khusus bagi produksi padi Pandanwangi yaitu di daerah Warungkondang. “Kami telah menetapkan sebuah daerah sebagai daerah yang tetap memproduksi padi Pandanwangi dan daerah itu adalah daerah Warungkondang.

3 komentar

  1. semoga cianjur tetap eksis dengan berasnya – BERAS CIANJUR dan Pandanwanginya…


  2. […] “Seperti perubahan fungsi lahan pertanian teknis yang terjadi disepanjang jalan Cianjur-Sukabumi yaitu di daerah Warungkondang dan Gekbrong. Kita tidak bisa mengeluarkan larangan terhadap warga pemilih lahan pertanian yang mengubah lahan mereka menjadi pemukiman, toko, rumah makan, bengkel atau bangunan lainnya,” katanya. Selain menjaga tingkat produksi dengan melakukan intensifikasi pada sektor pertanian, menurut Wasidi pihaknya juga telah berupaya menyelamatkan produksi beras khas Cianjur yaitu beras Pandanwangi dari ancaman berkurangnya lahan pertanian. Upaya tersebut di antaranya dengan melakukan upaya sertifikasi terhadap Padi Pandanwangi sehingga tidak ada pihak lain yang bisa menggunakan nama Pandanwangi. Selain itu, pihaknya juga telah bekerja sama dengan pihak pengusaha dengan menetapkan daerah khusus bagi produksi padi Pandanwangi yaitu di daerah Warungkondang. “Kami telah menetapkan sebuah daerah sebagai daerah yang tetap memproduksi padi Pandanwangi dan daerah itu adalah daerah Warungkondang. Sumber:rivafauziah.wordpress.com […]


  3. Bilamana lahan pertanian semakin berkurang maka bisa-bisa penduduk kita mau makan apa ya teh? Silahkan kunjungi Blog Kami di dombagarut.blogspot.com dan organicindonesianvanilla.blogspot.com. Hatur Nuhun.Wassalam.



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: