h1

Jual Rumah Cianjur

03/22/2007

Yach.. namanya juga kehidupan berumah tangga. Apapun jalan terbaik bagai keluarga harus kita lakukan, tentunya dengan pikiran yang jernih penuh dengan pertimbangan. Seperti menjual rumah di Kabupaten Cianjur ini. Rumah yang asri penuh dengan kedamaian, Penuh dengan kenangan terpaksa harus direlakan demi mengapai cita.

Pindah Rumah – adalah kalimat yang tepat untuk mengungkapkan hal ini. Rencana kami akan pindah rumah. Mencari hal-hal yang baru karena berbagai faktor. Keluarga haruslah hidup selalu berdampingan satu sama lain, karena jarak bisa menjadikan berbagai macam masalah dalam rumah tangga. Untuk menghindarinya hanya dengan satu cara berkumpul dan berkumpul dengan keluarga.

Jual Rumah Wilayah Cianjur TYPE-36

Perumahan Kota Baru Blok-E NO. 3 (Jalur Utama)
Kel.Cilaku – Kec. Cianjur – Jawa Barat

Type 36 : Luas 108M2 – Harga 75 Juta

Peminat Hub : 0856 59442480 | 0815 9992920

e-mail : rivafauziah@telematika.co.id
Ym : rivafauziah@yahoo.com

6 komentar

  1. GUGATAN PEMILIKAN RUMAH YANG
    DIKUASAI KEJAKSAAN

    KASUS POSISI
    • R. Sulaeman adalah pemilik rumah yang terletak di Jalan Siti Jenab No. 55 Cianjur.

    • Pada tahun 1959 Sulaeman mempunyai hutang uang kepada BPM sebesar Rp. 4.000.000,- dan PKPN sebesar Rp. 1.500.000,-

    • Pada Maret 1961, atas saran dari Moh. Enduh, dibuatlah suatu perseroan dagang yang bernama CV. Sulaeman Saidah, yang perseronya terdiri dari Sulaeman dan Saidah (isterinya Moh. Enduh) tersebut.

    • Sulaeman bersedia mendirikan perusahaan dagang ini, karena Moh. Enduh bersedia untuk memberikan modal untuk kegiatan CV. Sulaeman tersebut. Realisasinya, Moh. Enduh memberikan pinjaman uang Rp. 1.900.000,- kepada Sulaeman kepada PKPN sebesar Rp. 1.500.000,- dan sisanya Rp. 400.000,- oleh Sulaeman digunakan untuk membeli mobil tanki minyak.

    • Sesuai dengan janjinya untuk memberikan dana/modal kepada CV. Sulaeman, maka Moh. Enduh memberikan fasilitas dan rekomendasi kepada Sulaeman untuk memperoleh kredit uang dari Bank. Akhirnya Bank NISP memberikan kredit kepada CV. Sulaeman dengan jaminan dari Moh. Enduh, yang kemudian diketahui jabatannya adalah Ajun Komisaris Besar Polisi Jawa Barat. Selain itu, kredit tersebut dijamin pula secara Fiduciare Eigendom Overdracht (FEO) atas rumah milik Sulaeman Jalan Siti Jenab 55 Cianjur. Pada suatu saat, dimana Sulaeman belum dapat membayar hutangnya kepada Bank NISP tersebut, maka Sulaeman dijemput “di bawa ke Bandung” untuk membuat Surat Kuasa Mutlak” tentang rumah Jalan Siti Jenab 55 Cianjur tersebut kepada Bank NISP.

    • Dengan tuduhan menggelapkan uang miliknya Moh. Enduh, maka Sulaeman diusut dan ditahan oleh Kepolisian selama 12 bulan dan selanjutnya perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Cianjur.

    • Rumah Jalan Siti Jenab 55 Cianjur miliknya Sulaeman diminta untuk dikosongkan dan selanjutnya disita.

    • Pada tahun 1961, Siem Ek Pek, Direktur Bank N.I.S.P. dengan kekuatan “Surat Kuasa Mutlak” yang ditanda tangani oleh Sulaeman, maka Siem Ek Pek yang bertindak untuk dan atas nama Sulaeman berdasar Surat Kuasa Mutlak tersebut, bertindak sebagai penjual dan menjual Rumah Jl. Siti Jenab tersebut kepada Moh. Enduh (pembeli).

    • Moh. Enduh, datang ke Camat PPAT dengan memperlihatkan “Copy Surat Kuasa Mutlak” (tanpa ada aslinya), minta dibuatkan Surat Jual Beli Rumah Jln. Siti Jenab 55 Cianjur. Pihak Asisten Wedana, kemudian membuatkan Akta Jual Beli Tanah tanggal 22 November 1961, Nomor 22/1961, tertulis Moh. Enduh sebagai pembeli tanah rumah tersebut.

    • Sementara itu, rumah milik Sulaeman Jln. Siti Jenab yang sudah dalam keadaan kosong dand alam keadaan disita, pada tahun 1961 ditempati oleh Kejaksaan Cianjur untuk rumahnya Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur.

    • Sulaeman yang ditahan selama setahun kemudian perkaranya diadili oleh Pengadilan Negeri Cianjur dan ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana penjara.

    • Pada tahun 1984, Moh. Enduh yang merasa dirinya sebagai pemilik rumah Jln. Siti Jenab sejak tahun 1961 karena pembeli dari Siem Ek Pek Kuasa dari Sulaeman mengurus dan memperoleh Sertifikat Hak Milik Tanah/Bangunan Jln. Siti Jenab Nomor:664/1984.

    • Dengan berpegang pada Akta Jual Beli No. 22/Tahun 1961 serta sertipikat Hak Milik Tanah No. 664/Tahun 1984, maka Moh. Enduh minta kepada Kejasakaan Cianjur agar rumah Jln. Siti Jenab yang sejak 1961 s/d 1986 yang dipergunakan sebagai rumah Kepala Kejaksaan Negeri, diserahkan kepada Moh. Enduh sebagai pemilik tanah (bangunan) tersebut.

    • Kejaksaan Cianjur menolak dengan alasan, ia sebagai pemilik yang sah atas rumah tersebut melalui Lembaga “beziter yang tergoedertrow” selama puluhan tahun telah menguasai dan menempati rumah tersebut (1961 s/d 1984).

    • Karena melalui musyawarah tidak berhasil menyelesaikan sengketa rumah Jln. Siti Jenab 55 Cianjur ini, maka pihak Moh. Enduh mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Cianjur (Reg. No. 10/Pdt/G/1986/PN.Cj.) terhadap para tergugat:
    I. Pemerintah R.I. cq. JAKSA AGUNG R.I. cq. KEPALA KEJAKSAAN TINGGI JAWA BARAT cq. KEPALA KEJAKSAAN NEGERI CIANJUR.
    II. DRS. SIEU EK PEK
    III. PT. BANK TABUNGAN NISP. BANDUNG dengan Petitum yang pokoknya sebagai berikut:

    1. Penggugat (Moh. Enduh) adalah pemilik rumah sengketa.
    2. Perbuatan Tergugat I, adalah “Perbuatan Melawan Hukum Penguasa” atau onrechtmatigedaad.
    3. Menghukum Tergugat I atau orang lain yang mendapatkan hak untuk mengosongkan dan menyerahkan rumah sengketa kepada Penggugat.
    4. Menghukum Tergugat membayar kepada Penggugat uang ganti rugi Rp. 100.000,- setiap bulan terhitung sejak 22 Nopember 1961 sampai putusan ini dapat dilaksanakan.
    5. Menyatakan sah dan berharga Sita Revindicatoir
    6. Dan seterusnya dan seterusnya

    PENGADILAN NEGERI:
    • Hakim Pertama yang mengadili perkara ini, memberikan pertimbangan dalam putusannya sebagai berikut:
    • Pasal 2(2) Undang-undang Pokok Agraria (UUPA No. 5 tahun 1960) menyatakan bahwa hak milik dapat beralih dan dialihkan pada pihak lain dengan cara jual beli, penukaran, penghibahan, pemberian dengan wasiat, pemberian menurut adat dan perbuatan-perbuatan lain yang dimaksudkan untuk memindahkan hak milik, harus dibuktikan dengan suatu akta yang dibuat dihadapan pejabat yang ditunjuk Menteri Agraria (Pasal 19 dan 23 UUPA).

    • Menurut Akta Jual Beli No. 22/1961, telah terbukti fakta jual beli sebidang tanah Hak Milik No. 109 dengan bangunannya seharga Rp. 1.300.000,- antara Tergugat II dan Penggugat.

    • Peralihan Hak Milik itu didaftarkan di Kantor Agraria Cianjur tanggal 11 Desember 1984. Ini berarti proses pengalihan atas hak tanah dan rumah telah dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang. Sedangkan keterangan-keterangan yagn tercantum didalamnya mempunyai kekuatan hukum dan harus diterima oleh hakim sebagai keterangan yang benar selama tidak ada bukti lain yang membuktikan sebaliknya. Jika ternyata keterangan yang termuat tidak benar, maka diadakanlah perubahan dan pembetulan seperlunya (sistem negatif).

    • Mengenai Eksepsi Tergugat, menurut Majelis tidaklah tepat. Gugatan ini cukup memenuhi syarat menurut Hukum Acara Perdata. Petitum Penggugat di dukung Posita berupa uraian jelas tentang anggapan Penggugat bahwa ia pemilik obyek sengketa yang sekarang dikuasai Tergugat. Eksepsi selebihnya merupakan jawaban terhadap Pokok Perkara dan akan dipertimbangkan dalam Pokok Perkara.

    • Tergugat menolak dalil-dalil Penggugat dengan alasan bahwa Tergugat menguasai rumah sengketa untuk pengamanan dan sebagai perwujudan tindakan aparat penegak Hukum dalam menyita rumah sengketa yang kemudian digunakan sebagai Rumah Dinas Kejaksaan. Selain itu, Penggugat sebagai Polisi telah menyalahgunakan wewenangnya memerintahkan membawa Sulaeman ke Bandung menandatangani “Surat Kuasa Mutlak”, sehingga Jual Beli Rumah Sengketa adalah batal.

    • Dalam pembuktian alasan-alasan tersebut, ternyata Tergugat tidak dapat memperlihatkan Surat Penyitaan yang diharuskan Undang-Undang. Jika penyitaan pernah dilakukan Kejaksaan, Tergugat sebagai


  2. Status : Dijual
    Type : Rumah
    Nama : Rumah di Cianjur
    Agen : aribudiana »
    Harga : Rp. 400.000.000,00
    Jum. kamar : 4
    Alamat : Jl. Gudang Pupuk Pusri No. 5 RT.05/RW.01, Sarongge, Sirnagalih, Cianjur Jawa Barat
    Kota : kab. Cianjur , Jawa Barat
    Negara : Indonesia
    Lantai : 2 Lantai
    L. Bangunan : 176
    L. Tanah : 185

    Deskripsi Property

    Lokasi dekat dengan Terminal Bis baru dan Stasiun KA Pasir Hayam, cocok sekali untuk tempat usaha beserta rumah tinggal.

    Kamar Tidur : 4 (empat), ukuran 5×3,5m (2 bh), 3x3m (2 bh). Kamar Mandi : 3, Ruang Tamu, Ruang Kerja, Dapur, Ruang Makan, Teras 4x3m, Taman 6,5x4m, Garasi 7x8m untuk 2-3 mobil.

    Hubungi bapak Aam Bunyamin, 0263-271652, 0856-59001100


  3. saya jual apa ya di cianjur..
    Ikutan Iklan Ah..
    Di Jual Ayam Pelung, Asli Warungkondang – cianjur, Bunyi Kokoknya di jamin panjang dan nyaring..

    Hubungi Saya ya?


  4. ahhhh, jadi ajang iklan. Kalau saya suka ngaplin. Ehhh beli kavling


  5. 😆
    pusing saya….


  6. saya blom puny duit bwat bli rumah, hehe



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: