h1

Akreditasi

02/02/2007

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan satu-satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia (dalam hal ini …
:: Selamat Datang Ke Laman Web Rasmi Lembaga Akreditasi Negara ::
malaysian qualifications agency, agensi kelayakan malaysia, mqa, buletin lan.
Penentuan Pencapaian Perakuan Akreditasi
Perakuan Akreditasi adalah merupakan satu pengiktirafan rasmi kepada Institusi Pendidikan Tinggi Swasta (IPTS) bahawa sijil, diploma atau ijazah yang akan …

[ Kasil liyane saka http://www.lan.gov.my ]
Daftar Program Studi yang telah terakreditasi 2003
Hasil Akreditasi Program Studi download dari situs BAN PT tgl 2 Maret 2006 : MS Excel … Tgl. 22 Juli 1999, Akreditasi dari BAN PT dengan Peringkat C No. …
dikti.org/ban2004.htm – 8k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Pedoman Pengajuan Usulan Akreditasi Jurnal Ilmiah
Panduan Akreditasi Berkala Ilmiah edisi 2006 MS-Word 217 kb MS-Word zipped 52 kb pdf 88 kb; Surat Direktur P3M tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah Tahun 2003 …
http://www.dikti.org/p3m/files/akreditasi_jurnal/pedoman_pengajuan_usulan_akredit.htm – 150k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
[ Kasil liyane saka http://www.dikti.org ]
Badan Standardisasi Nasional
PELATIHAN ASESOR LABORATORIUM MEDIS ISO 15189 : 2003 KOMITE AKREDITASI NASIONAL (KAN) … UJI PROFISIENSI KE X OLEH KOMITE AKREDITASI NASIONAL TAHUN 2007 …
http://www.bsn.or.id/ – 22k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Badan Standardisasi Nasional
FPA 03.01b Format Permohonan Akreditasi Lab Uji dan Lab Kalibrasi … Kebijakan KAN Bidang Akreditasi Lembaga Sertifikasi Ekolabel, LS Ekolabel, simpan file …
http://www.bsn.or.id/KAN/list_dokumen_KAN.cfm – 28k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Akreditasi
Hasil dan Peringkat Akreditasi Program Studi Untuk Program Sarjana Berdasarkan Hasil Evaluasi Badan Akreditasi Nasional …
http://www.maranatha.edu/LinkClick.aspx?link=78&tabid=36&mid=365 – 83k – 27 Juni 2007 – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Piawaian Akreditasi? « Ketua Perusuh
Maaf kata, memang selama ini tiada satu piawaian khusus (yang mantap dan berkesan) dalam melakukan akreditasi keatas sistem pendidikan negara sama ada di …
ketuaperusuh.wordpress.com/2007/06/17/piawaian-akreditasi/ – 27k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
ANTARA News :: Pusat Pengobatan Kanker Siloam Hospitals Diharapkan …
Sebagai badan akreditasi internasional terkemuka untuk rumah sakit, JCI telah mengakreditasikan lebih dari 19.000 rumah sakit di Amerika Serikat dan …
http://www.antara.co.id/…/5/13/pusat-pengobatan-kanker-siloam-hospitals-diharapkan-raih-akreditasi-jci-pada-2008/ – 21k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha

Akreditasi ABET | Program Studi Teknik Elektro – STEI
Akreditasi ABET. Submitted by admin on Wed, 2007-03-21 17:38. ABET. Data Pendukung Akreditasi ABET. » login or register to post comments …
http://www.ee.itb.ac.id/akreditasi_abet – 14k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Akreditasi – Brittin College
EF Brittin College specialises in preparing students just like you for an academic career in an English-speaking country. In fact, no other organisation has …
http://www.ef.co.id/master/bc/about/accreditation.asp – 19k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Akreditasi – Orangtua – EF Language Travel
Pergi berpetualang keluar negeri sambil belajar bahasa, kegiatan yang menyenangkan, ekskursi yang seru serta teman dari mancanegara.
http://www.ef.co.id/master/lt/parents/experienced/ – 16k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Teknik Elektro – Akreditasi
PSTE UAD telah mengalami perkembangan berarti dalam lima tahun terakhir dilihat dari status akreditasi, jumlah maupun kompetensi dosen, jumlah laboratorium …
ee.uad.ac.id/?Profil:Status:Akreditasi – 32k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Badan Akreditasi Koperasi – Wikipedia Indonesia, ensiklopedia …
Untuk menjaga indepedensi dan dalam rangka membangun lembaga akreditasi koperasi yang profesional dan kredibel maka pengelolaan badan diserahkan kepada para …
id.wikipedia.org/wiki/Badan_Akreditasi_Koperasi – 23k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Teknik Kelautan » Akreditasi
Akreditasi. Program Studi Teknik Kelautan telah menerima predikat Sangat Baik ( Akreditasi A ) dari Badan Akreditasi Nasional …
http://www.ocean.itb.ac.id/wp/?page_id=10 – 10k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Akreditasi
Karena nilai akreditasi adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi jurusan ini untuk bisa lebih dipercayai oleh masyarakat luas sebagai tempat pemberian …
http://www.maranatha.edu/LinkClick.aspx?link=2088&tabid=36&mid=1571 – 47k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
[PDF]
Program Akreditasi Pekerja Mahir Sektor Binaan
Format File: PDF/Adobe Acrobat – Wujud HTML
Yuran akreditasi bagi permohonan pertama dibiayai oleh CIDB dan pemohon dikehendaki … Ujian akreditasi akan dijalankan di Akademi Binaan Malaysia (ABM). …
ww3.cidb.gov.my/bin/corporate/announcement/Program%20Akreditasi%20Pekerja%20Mahir%20Sektor%20Binaan.pdf – kaca sing meh padha
Re: [Keuangan] Tentang Perguruan Tinggi dan Akreditasi –> Buat …
Iya sih, lha akreditasi B (apalagi C) aja susah cari pendaftar kok. Kok aturannya lucu sih? Mmmm, di negara ini, tunjukkan ke kita semua kalau ada aturan …
http://www.mail-archive.com/ahlikeuangan-indonesia@yahoogroups.com/msg00993.html – 9k – Panggonan kanggo nyimpen data sing wis pernah dibukak – kaca sing meh padha
Akreditasi Sekar Gegani
Akreditasi Lembaga. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sekar Gegani merupakan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di Kota Malang, …
http://www.sekargegani.com/tentangkami/akreditasi.aspx – 9k –

3 komentar

  1. Want to start your private office arms race right now?

    I just got my own USB rocket launcher 🙂 Awsome thing.

    Plug into your computer and you got a remote controlled office missile launcher with 360 degrees horizontal and 45 degree vertival rotation with a range of more than 6 meters – which gives you a coverage of 113 square meters round your workplace.
    You can get the gadget here: http://tinyurl.com/2qul3c

    Check out the video they have on the page.

    Cheers

    Marko Fando


  2. AKREDITASI SEKOLAH

    Salah satu program pemerintah yang sedang dilaksanakan sekarang adalah meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Peningk atan mutu di setiap satuan pendidikan,diarah kan pada upaya terselenggaranya layanan pen didikan kepada pihak yang berkepentingan atau masyarakat. Upaya yang terus menerus dilakukan dan berkesinambungan diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan bermutu dan berkualitas, yang dapat menjamin bahwa proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah sudah sesuai harapan dan yang seharusnya terjadi. Dengan demikian, peningkatan mutu pada setiap sekolah sebagai satuan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan mutu sumberdaya manusia secara nasional.Agar mutu pendidikan sesuai dengan yang seharusnya dan yang diharapkan masyarakat, mungkin perlu kita pertanyakan standar seperti apa yang dapat dijadikan acuan? Jika standar yang dikehendaki bersifat nasional, maka hendaknya standar tersebut juga harus bersifat nasional pula. Dari aspek input, proses hingga outputnya.Sebenarnya, akreditasi sudah dikenal banyak orang. Akreditasi yang dilakukan Badan Akreditasi Nasional (BAN) memberikan pengakuan pada kelayakan suatu perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, dalam memberikan pelayanan pendidikan. Sedangkan untuk tingkat sekolah, akreditasi dilakukan Badan Akreditasi Sekolah (BAS) yang sementara ini baru dilaksanakan pada sekolah wasta. Akreditasi sekolah yang sebenarnya mempunyai pengertian sebagai proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja lembaga atau suatu program pendidikan dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik, alat regulasi diri (self regulation) di mana sekolah mengenal kekuatan dan kelemahan serta terus menerus meningkatkan kekuatan dan memperbaiki kelemahannya. Pengertian ini akan lebih memberikan makna dalam hasil sebagai suatu pengakuan, suatu sekolah telah memenuhi standar kelayakan yang ditentukan.Yang perlu kita pertanyakan adalah, benarkah ukuran akreditasi itu sudah standar?

    Benarkah sekolah yang terakreditasi itu sudah memenuhi standar minimal dari ketentuan akreditasi sekolah? Yang lebih penting lagi, bagaimanakah suatu prosedur pengakreditasian suatu sekolah dilakukan? Sudahkah memenuhi aturan yang seharusnya dilakukan dalam proses pengakreditasian tersebut?Permasalahan kita mungkin terletak pada masalah yang terakhir, yaitu prosedur pengakreditasian. Karena, jika prosedur pengakreditasian sudah cukup jelas dan memenuhi standar yang diharapkan, maka dua pertanyaan sebelumnya sudah terjawab.Landasan HukumPelatihan Sosialisasi dan Asessor Akreditasi Sekolah yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kalsel pada 4 hingga 7 Oktober di LEC (Local Education Centre) Martapura, bertujuan menyampaikan informasi tentang BAS, menyamakan persepsi dalam mengimplementasikan Program BAS dan memberikan bekal kepada peserta/asesor dalam rangka pelaksanaan akreditasi sekolah, memang sangat menarik dan memunculkan banyak tantangan terutama dalam pelaksanaannya. Semangat Dinas Pendidikan dalam upaya memberdayakan BAS propinsi dan BAS kabupaten/kota untuk melaksanakan prosedur akreditasi sekolah secara benar dan terstandar, memang pantas kita hargai dan perlu diacung jempol.UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, perlu dilakukan pengembangan sekaligus membangun sistem pengendalian mutu pendidikan melalui empat program yang terintegrasi, yaitu standarisasi, evaluasi, akreditasi dan sertifikasi.Standarisasi pendidikan mempunyai makna sebagai upaya penyamaan arah pendidikan secara nasional yang memiliki keleluasan dan keluwesan dalam implementasinya. Evaluasi merupakan suatu proses kontinu dalam memperoleh data maupun informasi guna pengambilan suatu keputusan. Akreditasi merupakan suatu pengakuan terhadap kinerja sekolah yang diwujudkan dengan adanya sertifikasi yang dikeluarkan suatu lembaga mandiri dan profesional.Pertanyaan menarik yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah prinsip apa yang dijadikan acuan dalam melaksanakan akreditasi sekolah? OEKM

    K (Objektif, Efektivitas, Komprehensif, Memandirikan, Keharusan) suatu acuan yang sangat bermakna dalam menghasilkan sekolah yang terakreditasi, jika benar-benar dapat dilaksanakan secara konsekuen.Objektif, dalam arti menggunakan indikator yang berkaitan dengan dasar penilaian untuk menggambarkan kondisi yang sebenarnya dengan kondisi yang diharapkan. Efektivitas, memberi makna bahwa pelaksanaan akreditasi sekolah mampu memberikan informasi yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan yang tepat. Komprehensif, menunjukkan fokus penilaian bukan hanya pada beberapa aspek, tetapi meliputi keseluruhan aspek yang dapat menggambarkan kondisi kelayakan sekolah yang terakreditasi. Memandirikan, memberikan pengertian kewenangan akreditasi sekolah berada pada lembaga eksternal dan independen yang berada di luar sekolah, yang terdiri atas Badan Akreditasi Sekolah Nasional (Basnas) di tingkat Nasional, BAS propinsi dan BAS kabupaten/kota dengan menggunakan acuan instrumen yang dikembangkan oleh Basna

    s. Keharusan bagi setiap sekolah baik negeri maupun swasta mulai TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Bagi sekolah yang siap diakreditasi, dapat mengajukan permohonan kepada BAS. Sedangkan yang belum siap, perlu mempersiapkan diri sampai akhirnya berdasarkan evaluasi merasa siap untuk diakreditasiKomponen Akreditasi SekolahMengingat yang diakreditasi adalah sekolah yang merupakan sistem dari berbagai komponen dan saling terkait dalam pencapaian komponen sekolah, maka sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 087/V/2002 tanggal 14 Juni 2004 tentang Akreditasi Sekolah, komponen sekolah yang menjadi bahan penilaian adalah yang dikembangkan dari kualitas sekolah yaitu kurikulum dan proses belajar mengajar, manajemen sekolah, organisasi/kelembagaan sekolah, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peserta didik, peran serta masyarakat dan lingkungan/kultur sekolah.Setiap komponen terdiri atas berbagai aspek dan indikator. Kurikulum dan proses belajar mengajar 40 indikator utama (IU) dan 15 indi

    kator tambahan (IT), administrasi/manajeman sekolah 15 IU dan 15 IT, organisasi/ kelembagaan sekolah 5 IU dan 5 IT,
    sarana dan prasarana 10 IU dan 10 IT, ketenagaan, pembiayaan 10 IU dan 5 IT, peserta didik 10 IU dan 5 IT,
    peran serta masyarakat 10 IU dan 5 IT, peran serta masyarakat 5 IU dan 5 IT, lingkungan/kultur sekolah 10 IU dan 5 IT.
    Jika dijumlahkan, maka terdiri atas 115 IU dan 70 IT.Semua indikator itu merupakan butir dari instrumen evaluasi diri yang harus dijawab sekolah untuk menunjukkan, sekolah siap diakreditasi. Selanjutnya sekolah mengajukan permohonan pada BAS propinsi untuk SMA, dan BAS kabupaten/kota untuk TK, SD dan SMP serta SMK ke BAS pusat. Untuk sekolah yang belum siap, berdasarkan self evaluation mereka memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan yang dimiliki. Pelaksana Akreditasi SekolahSiapa pelaksana akreditasi sekolah? Hal ini perlu dipertanyakan, mengingat hasil akreditasi harus menggambarkan keadaan sekolah yang benar-benar menunjukkan kinerja yang pantas untuk melaksanakan layanan pendidikan bagi masyarakat. Jika BAS merupakan badan independen, maka pelaksananya juga harus orang independen. Dalam arti tidak mempunyai kepentingan dengan sekolah, guna menghindarkan faktor subjektivitas dalam penentuan hasilnya.Di samping Tim BAS baik tingkat propinsi maupun kabupaten/kota, pelaksana lain yang memiliki peranan penting dalam penentuan sekolah yang berhak mendapatkan sertifikasi akreditasi adalah Tim Assesor. Dalam hal ini merupakan tenaga profesional yang tidak berstatus pejabat struktural dan/bukan anggota BAS, telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat asesor yang dikeluarkan BAS.Tugas tim, melakukan visitasi guna melakukan pengamatan secara langsung, klarifikasi, verifikasi dan validasi atau cek ulang terhadap data dan informasi kuantitatif maupun kualitatif dengan membandingkan data dan informasi dalam evaluasi diri dengan kondisi nyata sekolah melalui pengamatan lapangan, observasi kelas dan wawancara.Secara tidak langsung nasib sekolah sangat bergantung pada hasil visitasi tim asessor. Oleh karena itu, tim asessor harus petugas yang memiliki kompetensi, integritas diri dan komitmen dalam melaksanakan tugasnya. Kejujuran dan objektivitas dari kerja tim asessor sangat mempengaruhi hasil visitasi.Beberapa larangan bagi tim asesor yang perlu diperhatikan, antara lain dilarang keras; melakukan intimidasi agar sekolah berkeinginan atau memberikan sesuatu dalam bentuk apa pun, melakukan perjanjian/kesepakatan yang dapat mengakibatkan tidak objektifnya hasil visitasi, menerima sesuatu yang akan mempengaruhi obyektivitas hasil visitasi dan membuka kerahasiaan data/informasi yang diperoleh dari hasil visitasi. Sekolah yang divisitasi pun tidak dikenakan dan tidak diperkenankan mengeluarkan dana untuk apa pun selama berlangsungnya kegiatan visitasi, juga dilarang keras memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan kondisi sekolah.Kebijakan yang sangat simpatik jika BAS propinsi bisa memilih anggota tim assesor yang dapat melaksanakan tugasnya sesuai acuan, dapat menyediakan fasilitas sesuai peranan tim agar dapat bekerja dengan penuh rasa obyektivitas dan tanggungjawab yang tinggi untuk tidak dipengaruhi oleh faktor subjektif yang dapat mempengaruhi hasil visitasi.Hasil visitasi tim assesor diajukan kepada BAS. Selanjutnya penetapan hasil akreditasi bergantung pada rapat pleno yang harus dihadiri sekurangnya 50 persen plus satu anggota BAS. Sekolah yang dianggap layak, berhak mendapatkan sertifikasi yang dinyatakan dalam peringkat akreditasi sekolah yang terdiri tiga klasifikasi, A = Amat Baik, b = Baik dan C = Cukup. Sekolah yang hasil akreditasinya kurang dari C, dinyatakan tidak terakreditasi.Ketentuan hasil akreditasi ini hanya berlaku selama empat tahun. Setelah itu, sekolah bersangkutan harus mengajukan permohonan untuk diakreditasi kembali paling akhir enam bulan sebelum masa berlakunya akreditasi berakhir. Sedangkan sekolah yang tidak terakreditasi, tidak memiliki kewenangan sebagai sekolah penyelenggara ujian akhir dan tidak berhak menerbitkan ijazah/sertifikat. Diharapkan, setelah 2007 semua sekolah dapat terakreditasi.Memang tidak mudah melakukan peningkatan mutu pendidikan secara langsung, diperlukan proses. Adanya akreditasi ini sekolah diharapkan dapat melakukan pembenahan diri, evaluasi ke dalam, melihat kelemahan dan peluang dari kekuatan yang dimilikinya untuk dapat menciptakan sekolah yang sesuai standar. Peningkatan mutu tidak berakhir sesaat, tetapi akan berjalan terus seiring waktu dan ini harus selalu diupayakan, karena tidak ada masa depan yang terjadi begitu saja tanpa diperjuangkan. . …


  3. SEPUTAR AKREDITASI SEKOLAH

    1. Apa Akreditasi Sekolah itu?
    Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentuksn kelayakan dan kinerja sekolah.

    2. Apa Dasar Hukum Akreditasi Sekolah?
    Dasar hukum akreditasi sekolah utama adalah : Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 60, Peraturana Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 86 & 87 dan Surat Keputusan Mendiknas No. 87/U/2002.

    3. Apa Tujuan Akreditasi Sekolah?
    Akreditasi sekolah bertujuan untuk : (a) menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan (b) memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah

    4. Apa Fungsi Akreditasi Sekolah?
    Fungsi akreditasi sekolah adalah : (a) untuk pengetahuan, yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikator- indikator amalan baik sekolah, (b) untuk akuntabilitas, yakni agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat, dan (c) untuk kepentingan pengembangan, yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi..



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: