h1

Tim Investigasi Flu Burung

01/17/2007

Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Flu Burung
Tangerang Rawan Serangan

Untuk meredam kepanikan warga, pemerintah membentuk tim gabungan lintas departemen untuk melacak sumber penularan virus flu burung yang mengakibatkan kematian tiga penderita radang paru dari satu keluarga di Tangerang. Penelusuran sumber penularan itu juga melibatkan tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Sapari, dalam jumpa pers mengenai kegiatan peringatan Hari Anak Nasional, di Jakarta, Senin (18/7), menyatakan pihaknya telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari para surveilans Departemen Kesehatan, tim Departemen Pertanian, dan sejumlah ahli dari WHO.


”Kami menyebar para surveilans untuk melakukan investigasi lapangan di daerah-daerah yang memiliki peternakan ayam di sekitar tempat tinggal penderita,” ujarnya.
Fadilah menuturkan, Tangerang termasuk rawan terserang virus flu burung sejak ditemukannya kasus virus flu burung pada peternakan babi di kabupaten itu. Jika virus itu termutagenetik, maka sangat berbahaya bagi manusia. ”Kami masih menunggu hasil laboratorium apakah virus flu burung pada unggas itu H5N1 atau jenis lainnya. Sebetulnya waktu itu Departemen Pertanian sudah memberikan penyuluhan, tetapi warga setempat kurang antusias,” ujarnya.
Sejauh ini pemerintah belum mengetahui secara pasti kapan dan di mana Iwan serta anggota keluarganya yang lain tertular virus flu burung. ”Sekarang kami memfokuskan pada pencarian di mana Iwan mendapatkan virus flu burung tersebut. Sedangkan Tim Departemen Pertanian memantau sentra-sentra peternakan unggas. Itu bukan sesuatu yang sederhana,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa Depkes harus jemput bola untuk mengetahui hasil laboratorium itu secepatnya, Siti Fadilah menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan hasil laboratorium specimen dari ayah dan anak itu. ”Dalam satu-dua hari lagi, kita akan mengetahui hasil dari laboratorium rujukan WHO di Hongkong. Pemeriksaannya memang butuh waktu,” tuturnya.
Pemeriksaan spesimen dari ayah dan anak, lanjut Siti Fadilah, tidak bisa dipisahkan karena memiliki gejala klinis serupa. Dalam pemeriksaan yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes, terjadi inkonsistensi karena adanya perbedaan hasil laboratorium dari ayah dan anak. Karena itu, spesimen penderita dikirim ke laboratorium rujukan WHO. ”Inkonsistensi hasil laboratorium ini bisa disebabkan banyak faktor seperti alat dan cara pemeriksaan,” kata Siti Fadilah.
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan I Nyoman Kandun menyatakan masyarakat diimbau tidak panik karena hingga kini belum ditemukan kasus penularan virus itu antar manusia. Secara teoretis, hal itu baru terjadi jika terjadi persilangan antara virus flu burung pada unggas dengan flu pada manusia. ”Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi penularan virus flu burung, pemerintah membuka posko dan menyiapkan rumah sakit rujukan untuk menjaga kemungkinan adanya korban baru. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dari kotoran unggas dan segera memeriksakan kesehatan jika mengalami gejala klinis radang paru berat.
Penderita yang terinfeksi flu burung menunjukkan gejala klinis flu biasa dan cepat memburuk hingga menjadi radang paru, dengan masa inkubasi tiga sampai tujuh hari. Penderita juga terserang demam tinggi, lemas, sakit tenggorokan, batuk pilek, sesak napas, perdarahan hidung dan gusi, muntah dan diare.
Siti Fadilah yang juga menjadi Ketua Pelaksana Hari Anak Nasional (HAN) menyatakan hak-hak anak untuk hidup sehat dan tumbuh berkembang secara optimal masih belum terpenuhi. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi sejumlah kasus seperti polio dan busung lapar pada anak. ”Akibat krisis ekonomi, terjadi penurunan kemampuan masyarakat,” kata Fadilah.

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: