h1

Anak Sekolah Pernah Nonton Film Porno

11/21/2006

Afrika Selatan – Edan memang! Jumlah anak-anak sekolah yang mengakses pornografi dan ‘rajin’ menjelajahi konten esek-esek makin mengkhawatirkan saja.

Menurut survei yang dilakukan Film and Publications Board (FPB), tujuh dari 10 orang anak di Gauteng, Afrika Selatan mengaku pernah menonton film porno.

Dari survei terungkap, 67% anak mengaku pernah menonton film porno. Dan 65% diantaranya mengaku menonton konten itu karena dimotivasi oleh rasa ingin tahu. Parahnya, 45% anak mengaku sudah menonton film porno lebih dari empat kali.

Survei bertajuk “Internet Usage and Exposure of South African Youth to Pornography” ini diadakan di Gauteng, KwaZulu-Natal dan di Western Cape, Afrika Selatan, dengan melibatkan kurang lebih 934 orang anak sekolah berusia 13-17 tahun. Survei digelar lewat kuisioner.

Dari sisi penggunaan Internet, survei menunjukkan 78% anak memakai Internet untuk tujuan pendidikan. Sebanyak 50% diantaranya menggunakan Internet untuk men-download lagu, gambar dan game; 31% memakai Internet untuk mengirim e-mail ke teman atau keluarga; dan 17% memakai Internet sebagai tempat ‘nongkrong’ untuk ngobrol di chatroom. Hanya enam persen yang memakai Internet untuk mengakses pornografi.

Sekitar 23% responden yang sering mengunjungi chatroom mengatakan, mereka telah didekati orang asing. Bahkan mereka dibujuk untuk melakukan hubungan seks atau mengirimkan informasi pribadi lainnya. Demikian dikutip detikINET dari iol.co.za, Senin (13/11/2006).

“Ada yang diminta mengirim gambar porno, ada yang diminta menjadi stripper di sebuah klub, ada juga predator Internet yang menginginkan agar anak tersebut menemuinya di rumahnya sambil telanjang,” papar juru bicara FPB.

Di Gauteng, dari 340 orang murid yang disurvei, 70% diantaranya mengaku sudah menonton film porno. Beberapa anak mengaku pikiran dan kinerja mereka di sekolah jadi terganggu gara-gara nonton film porno, bahkan mereka tidak bisa berhenti memikirkannya.

Orangtua Diminta Waspada

Kemajuan teknologi dan ponsel, dituturkan FPB, telah mengambil alih fungsi komputer. Anak muda kini makin banyak yang mengakses konten ‘dewasa’ secara terang-terangan.

“Orangtua mesti berhati-hati. Mereka perlu secara aktif dilibatkan dan aware akan aktifitas online anaknya,” ujar FPB.

Patrick Hoar dari Kids Online, situs yang dirancang untuk memberikan masukan ke orangtua tentang penggunaan Internet mengatakan, pengguna pornografi terbesar adalah anak berusia 12 dan 17 tahun.

“Saran saya, orangtua sebaiknya men-download program yang bisa memblokir situs pornografi dan situs lain yang berhubungan dengan konten ‘dewasa’ guna mengawasi anak mereka. (dwn) ( dwn / dwn ) DETIK

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: