h1

SEJARAH CIANJUR

07/30/2006

Pada masa-masa terakhir kekuasaan Mataram, di Wilayah Priangan Barat lahir sebuah Wilayah Politik baru yang bernama Padaleman Cianjur dengan pusat pemerintahan di Cikundul. Sepeningal Dalem Pertama Aria Wira Tanu atau pada masa pemerintahan Aria Wira Tanu II, Cianjur menjadi sebuah Kabupaten. Hal ini ditandai dengan adanya pengakuan VOC terhadap keberadaan Aria Wira Tanu II sebagai Regent (Bupati) Cianjur pada tahun 1691. Aria Wira Tanu II menjadi Bupati Cianjur sampai tahun 1707. Aria Wiratanu II juga dapat dikatakan sebagai Bupati Cianjur pertama yang mendapat pengakuan VOC.

Pada awal berdirinya Ibukota Kabupaten Cianjur berada di Pamoyanan dan berlangsung relatif singkat. Pada masa pemerintahan Aria Wira Tanu III yang menjabat sebagai Bupati Cianjur dari tahun 1707-1726, Ibukota Kabupaten Cianjur pindah ke kampung Cianjur. Melalui tangan Aria Wira Tanu III inilah, Kampung Cianjur mengalami penataan sampai berhasil dikembangkan menjadi sebuah nagri yang layak menyandang sebutan Ibukota Kabupaten.

Atas perannya ini Aria Wira Tanu III dikenal sebagai pendiri Kabupaten Cianjur. Keberhasilan lainnya adalah menjadikan Cianjur sebagai sentra produsen kopi di Wilayah Priangan. Atas keberhasilannya ini juga, VOC memberi hadiah dalam bentuk Wilayah Politik kepada Bupati Cianjur ini. Hal ini terjadi untuk pertama kalinya pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Swoll, yang memerintah antara tahun 1713 sampai 1718. Daerah yang diberikan Van Swoll kepada Bupati Cianjur adalah Distrik Jampang yang terletak dibagian Timur Cianjur Selatan.

Saat itu Distrik Jampang diperkirakan telah dihuni oleh 300 Kepala Keluarga (huisgezinen). Pada masa Aria Wira Tanu IV memerintah antara tahun 1727–1761, Cianjur mengalami perluasan kembali dengan masuknya Wilayah Cibalagung serta Cikalong kedalam Wilayah Cianjur. Setelah kedatangan Daendels, Cianjur setidaknya mengalami tiga kali penataan wilayah.

Selain berupa penataan wilayah, pengaruh kehadiran Daendels di Cianjur juga dirasakan dalam bentuk pembangunan infrastruktur seperti halnya jalan raya. Pada tahun 1808, dibangun sebuah Jalan Raya Pos (Grote Postweg) yang menghubungkan ujung Barat dan ujung Timur Pulau Jawa. Dengan masuknya Cianjur sebagai wilayah yang dilalui Jalan Raya Pos ini, maka untuk Jawa bagian Barat, pembangunan jalan ini antara lain melalui Batavia-Buitenzorg-Puncak-Cianjur-Bandung-Sumedang. Disamping jalan dibangun pula jembatan, salah satu diantaranya adalah jembatan yang melintasi Sungai Cisokan. Beralihnya kekuasaan dari pemerintah Kolonial Belanda kepada Inggris pada Tahun 1811, dalam waktu relatif singkat kembali membawa pengaruh terhadap keberadaan Wilayah Cianjur.

Munculnya Cianjur sebagai sebuah Wilayah Politik memiliki keterkaitan erat dengan terjadinya perpindahan kesatuan masyarakat atau cacah keturunan Aria Wangsa Goparana dari daerah Sagaraherang ke wilayah-wilayah di sepanjang aliran sungai yang ada di Cianjur seperti Cibalagung, Cirata dan Sungai Cijagang atau Cikundul.

Sebagaimana penduduk Priangan lainnya, penduduk Cianjur memiliki latar belakang Etnis Sunda. Pada umumnya masyarakat Sunda memiliki mata pencaharian utama bertani. Ada tiga tanaman yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Cianjur, yaitu kapas, tarum dan kopi.

Sejak dasawarsa pertama abad ke-19, Cianjur sudah tidak hanya didiami penduduk pribumi semata tetapi juga sudah didiami penduduk golongan lain. Khususnya golongan Eropa dan Cina yang secara tidak langsung memperlihatkan posisi penting di Cianjur secara ekonomis.

Disamping Padaleman Cikundul, saat itu di Cianjur dikenal beberapa padaleman lain, seperti Padaleman Cipamingkis, Cimapag, Cikalong, Cibalagung dan Cihea. Yaitu pada saat Cianjur dipimpin oleh Raden Aria Wira Tanu Datar IV yang terkenal sebagai Bupati yang taat dalam menjalankan agama. Bupati ini juga memiliki perhatian besar terhadap perkembangan seni budaya, khususnya seni bela diri Pencak Silat.

Lebih Detail : Sejarah Kabupaten Cianjur Lihat Disini

17 komentar

  1. asli,,,,,


  2. teh maaf sy kepingin tau silsilah atau garis keturunan dari mbah braja kusuma trim’s atas bantuannya


  3. saya ada data slsilah klrg yg asalny dr cianjur, ujung slsilahny brakhir pd embah raden Ama (panghulu majalaya). disitu jg tertulis susunan/struktur pemerintahan Eyang Raden Wiratanudatar (dalem cikundul). barangkali pny data yang bisa disharing mohon hubungi e-mail saya u/ korespondensi.thanks


  4. Saya mahasiswa S2 perlu tesis yang berjudul “Faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha siswa” bagaimana caranya untuk menghubungi anda, adapun no HP saya 085926138512 atau via e-mail saya


  5. Saya lahir di Cikalong, tp ga ngerti silsilah, eyang saya ada yg namanya Eyang Camat, dan kakek saya namanya H. Moenir, katanya sih jagoan Cikalong…….salam urang Cikalong


  6. Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Salam perkenalan…..
    Saya dari dulu cari sejarah cianjur tapi ko berbeda-beda pembahasannya tidak ada yang sama, tapi senang sedikit demi sekit jadi tahu tentang silsilah terbentuknya cianjur.
    wassalam….


  7. sampurasun….
    gaduh link atanapi alamat blog nu tiasa nerangkeun sajarah cianjur???


  8. kalau tidak ada sang toean besar,herman wilem daendles membuat jalan dan istirahat didesa tjiandjoer.yang tadinya rimba dikaki gunung berkat jalan daendles dan post dijalan yang dijaga serdadu dan polisi walanda.berdirilah kota kecil cianjur
    berkat si amoy,si akew,dan para pedagang manisan serta taoco ala tiongkok serta tahoe tempe serta oncom
    tak lupa waroeng dan penginapan yang hampir seratus persen didirikan oleh tionghoa.maka berdirilah CIANJUR.
    adapun dongeng bumbu pemutar balikan fakta bisa dilihat dari realita
    orang cianjur asli sudah boleh bangga kalau bisa jadi TKW.jadi BABOE di tanah arab.
    realitas,lain dengan dongeng


  9. Duh,,abdi mh janten rieut……..ata sajarah CIANJUR nha tiasa benten2 Qtu??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????


    @Rini : @Raditya @Yayan.S : Kalau toh memang beda? Perbedaan Seperti apa? Jika Memberi komentar pada artikel mohon di perjelas! supaya kita dapat memberikan alasan dan sebagai masukan bagi kawan2 pembaca BLoG Cianjur ini! Salam dan sukses selalu.. Thank


  10. kayaknya saya pernah mampir di mari.. dejavukah..?

    @masbadar : Terima Kasih Kunjungannya!


  11. saya minta sejarah cianjur edisi th.84 berjudul babat cianjur.kalau ada bukunya.tolong beritahu dimana?…terimakasih sebelumnya


  12. arurang cianjur ieu teh


  13. Ass…
    Saya ingin tau silsilah keturunan Raden Aria Dalem Cikundul karna papa saya bilang kalo saya trmsuk dlm keturunannya..
    Makasih


  14. apa benar saya jg keturunan nya wk wk kw kwkkk


  15. sae sejarah sareng silsilah disarusun ku runtayannana namung langkung sae deui upami ngudag dugi kana elmu-elmuna, manawi kunaon atuh sesepuh kapungkur dugika mashur sareng padamelannana napak karaos ku urang sadayana, tangtosna marantenana sanes mung saukur elmu kadunyaan wungkul tapi disarengan ku elmu kasampurnaannana (bathin) da buktos sateu acan digemborkeun gerbang marhamah cianjur tos kamashur KOTA SANTRI (San teh cahaya, tri teh 3,kinten2 pihartoseunnana kedah tiasa nyaangan ka dirina, ka lingkungan sareng tiasa nyaangan ka alam)he..he.. babalogonjangan. Ulah turunan anu disusul-susul tapi elmu panemuna mah ka toler-toler


  16. duh punten nyondong email lebet ka sim kuring mung kahapus sateu acan kaaos


  17. […] SEJARAH CIANJUR […]



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: