h1

500 ha Hutan Lindung di Cianjur-Dibabat

03/11/2004

Wagub Jabar Merasa Prihatin
500 ha Hutan Lindung di Cianjur Dibabat

 

Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Nu’man Abdul Hakim mengaku prihatin melihat kondisi hutan lindung di kawasan Ciogong Kabupaten Cianjur. Keprihatinan Wagub Nu’man karena dengan dalih kemiskinan, seluas 500 ha hutan lindung di daerah itu telah habis dibabat.

“Saya merasa prihatin ketika menyaksikan hutan lindung i Cianjur selatan itu dibabat habis. Mereka mengaku hal tu dilakukan dengan alasan kemiskinan. Saya sama sekali
tidak setuju dengan cara-cara itu,” tegas Wagub Nu’man dalam kunjungan lapangan sebagai Dewan Pengawas Perhutani Unit III Jabar ke daerah Banjar (KPH Ciamis),
didampingi Kepala Unit Perhutani Jabar dan Banten Momo Noerdiana, pekan lalu.
Dengan kerusakan hutan seperti itu, akan berdampak buruk untuk lingkungan. Alasan kemiskinan, lanjutnya, hanya sebagai pembenaran yang tidak bisa diterima oleh
Wagub Jabar ini. Agama Islam juga tidak membenarkan cara-cara merusak alam dengan pola demikian. Malah untuk kepentingan umum, mesti diutamakan.
“Hukum harus ditegakkan karena kalau tetap dibiarkan demikian, maka akan menjadi pola di daerah lain.


Perhutani harus berani mengambil tindakan,” tegas Nu’man. Jika hal itu dibiarkan, bukan tidak mungkin hutan di daerah Jabar terus rusak. Bahkan, pada peringatan HUT
ke-59 Kemerdekaan RI , bisa saja semua hutan ini menjadi padang pasir.”Bukan tidak mungkin terjadi demikian, kalau kerusakan hutan dibiarkan,” jelasnya.
SUPLEM IKLAN Ia justru melihat kondisi hutan di Ciamis masih lebih baik
dibandingkan dengan kondisi kawasan hutan di daerah lain. “Saat saya terbang di atas daerah Sukabumi, Cianjur, Garut, dan beberapa daerah lainnya, terlihat rusak.
Namun, untuk di Ciamis jelas terjadi dengan baik. Saya hargai sikap warga Ciamis yang bisa menjaga hutan dan semoga terus dipertahankan,” katanya.
Perhutani Ciamis, tambah Momo Noerdiana, juga bagus dalam pengembangan hutan jati plus. Dengan dikembangkannya jati unggulan, diharapkan terjadi
percepatan penambahan kawasan hutan jati dan bisa meningkatkan profit untuk perusahaan.
Kepala Keamanan Perhutani Jabar Yaya mengemukakan bahwa kerusakan hutan lindung di Cianjur selatan ini, sekarang sedang ditangani. Pihak Perhutani sudah memulihkan seluas 200 ha lahan yang dijarah ditanam kembali. Sisanya, sekarang terus diupayakan untuk bisa ditanam.

Selama ini, ada proses penyelesaian untuk masalah tersebut dengan harapan bahwa hutan lindung ini bisa kembali dihutankan karena kalau tidak bisa merusak lingkungan. Sementara itu, Adm. Perhutani Ciamis Sya’ban menambahkan bahwa jati unggulan yang
dikembangkan di daerahnya diperoleh berdasarkan kaidah pemuliaan pohon dan hasil riset selama bertahun-tahun serta teruji melalui teknologi canggih kultur jaringan, kebun benih klonal, dan stek pucuk. Luas lahan yang dikembangkan, pada 2002 seluas 77 ha, lalu 2003 seluas 68 ha dan, 2004 seluas 117 ha tersebar di beberapa lokasi.
(A-97)*** BANJAR, (PR).

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: