h1

Dampak Perceraian Bagi Anak-Anak

03/01/2013

dampak akibat perceraianBerbagai masalah akan timbul pada tahap tertentu dalam setiap hubungan. Pada sebagian kasus, sejumlah masalah bisa dilalui, tapi bagi orang lain satu-satunya jawaban adalah perpisahan.

Penelitian menunjukkan bahwa anak lebih baik bersama dua orangtua yang tidak bahagia daripada orangtua yang bercerai. Tapi penelitian itu tidak menjelaskan tentang kondisi perceraian yang berbeda-beda, yang sangat penting dalam menentukan akibat terhadap anak.

Perceraian yang baik tidak akan berefek buruk dan dampaknya sungguh berbeda dengan perceraian yang tidak menyenangkan. Alasan utamanya adalah, dalam keadaan yang tidak menyenangkan, masing-masing pihak biasanya mencoba memengaruhi anaknya untuk melawan pihak yang lain. Ini memberi dampak negatif dan merusak bagi anak, dan harus selalu dihindari.

Ingatlah bahwa seorang anak memiliki hak, bahkan memiliki kebutuhan, untuk mencintai dan menghormati kedua orangtua, walaupun mereka tidak hidup bersama. Tidak ada anak yang dapat membagi dirinya menjadi dua.

Menjelaskan kepada anak
Seorang anak kecil bagaikan spons yang menyerap sinyal emosi, tak peduli sinyal ini ditujukan kepadanya atau bukan. Jika Anda bahagia, anak Anda kemungkinan akan bahagia. Jika Anda sedih, ia juga akan sedih. Walaupun berusaha ‘demi kebaikan anak kita’ selalu bernilai, jangan terjebak dalam pikiran bahwa anak-anak tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Mereka biasanya dapat merasakan jika ada sesuatu yang salah, terlepas dari Anda tetap tersenyum atau tidak.Karena semua ini, Anda sebaiknya menjelaskan, setidaknya sebagian, tentang apa yang terjadi. Jika tidak, anak akan mereka-reka penjelasan sendiri, dengan keliru menyalahkan dirinya sebagai penyebab masalah dalam keluarga. Ini disebabkan anak yang berusia di bawah 5 tahun hanya menangkap arti dunia yang berhubungan dengan dirinya sendiri.

Jika Anda tidak memberikan penjelasan yang mudah dimengerti tentang alasan Anda dan pasangan bertengkar atau berpisah, anak mungkin memberikan penjelasan yang tidak bisa dipahami oleh orang dewasa, namun benar-benar masuk akal bagi seorang anak, seperti “Ayah pergi karena saya tidak membersihkan kamar saya dengan baik”, atau “Ibu marah karena saya mengompol di tempat tidur”.

Rasa bersalah sungguh merusak, khususnya bagi seorang anak yang sedang berjuang menghadapi pergulatan emosi dan rasa tidak aman yang dipicu oleh perpisahan. Rasa ragu adalah salah satu rasa takut terburuk dalam pikiran seorang anak. Jadi jangan pernah membuat anak ragu bahwa Anda akan selalu mencintai dan menjaganya.

Izin bertemu
Bagaimanapun perasaan Anda terhadap pasangan, Anda harus tetap bersikap bersahabat dalam masalah izin bertemu, demi kebaikan anak.

  • Jangan marah-marah dan mengumbar masalah – ini menimbulkan amarah yang serupa pada anak. Antarkan anak Anda ke tempat yang sopan, misalnya rumah salah seorang dari Anda berdua, bukan di suatu tempat seperti taman atau pusat pertokoan, yang bisa menyebabkan anak merasa bagaikan barang.
  • Rencanakan jauh-jauh hari, jangan mengingkari janji di menit terakhir, dan jika pasangan terlambat, santai saja. Jika tidak, anak akan mengkhawatirkan Anda berdua. Jangan membuat ini sebagai kesempatan untuk menghina salah satu pihak. Tetap tenang, dan jaga agar anak tetap tenang, “Kita main dulu ya sebelum Papa datang?” atau “Wah, tampaknya jalan macet ya”.
  • Jika pasangan selalu terlambat atau beralasan tak masuk akal, aturlah pertemuan terpisah untuk membicarakan ini, di luar sepengetahuan anak. Satu-satunya waktu untuk mempertimbangkan kembali izin bertemu anak adalah jika Anda pikir anak berisiko diculik atau disakiti. Dalam kasus ini carilah saran dari tenaga profesional. [lhaluk@gmail.com]

 

Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 276 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: