h1

Ayam Ketawa – Ayam Dangdut Trend

03/26/2011

Ayam Ketawa Ayam Dangdut

Ayam Ketawa Ayam Dangdut

Dari hari ke hari, minat penggemar ayam ketawa di Jawa khususnya di seputaran Jabodetabek terus meningkat. Hobi memelihara jenis ayam asli lokal dari Indonesia Timur tepatnya dari Sulawesi Selatan ini juga merebak pada beragam komunitas dan latar belakang, tidak hanya pecinta unggas maupun burung tapi juga komunitas lainnya.

Selain sebagai hewan peliharaan atau klangenan, ayam yang berkarakter jinak ini juga tidak ada bedanya dengan ayam kampung pada umumnya. Mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Hanya suara saat berkokok yang membedakan ayam ketawa dengan ayam pada umumnya. Kokok ayam ketawa mirip suara orang ketawa dengan alunan suara belakang kek, kek, kek…nya dengan spasi lambat yang membuat suaranya jadi khas.

Menurut Alay, salah seorang breeder ayam ketawa di Jakarta, kategori suara yang dikenalnya yang saat ini diketahuinya ada 3 tipe suara. Yakni dangdut, slow dan slow dangdut.

Sesuai namanya ada beragam irama lagu dengan variasi keduanya itu tadi. Ayam yang memiliki kombinasi irama keduanya, suara dangdut dan slow, inilah yang diburu kalangan penggemar. Meskipun jenis suara seperti ini harganya lebih mahal, tak mengurangi minat para penghobi untuk memburunya. Boleh jadi, karena suaranya yang khas dan unik ini yang membuat ayam ketawa jadi koleksi baru para pecinta unggas di Jabodetabek.

“Tingginya minat penggemar ayam ini terasa dari banyaknya penghobi yang berburu setiap harinya. Tidak hanya dari Jabodetabek tapi juga banyak dari luar kota,” ujar Alay yang dikenal juga sebagai Ketua Dewan Juri Perkutut di P3SI ini.

Guna melengkapi materi indukan sebagai trah basic blood jawara, Alay harus bolak balik ke tempat ayam tersebut di daerah Sidrap Sulawesi. Yang diburunya, tak lain ayam-ayam ketawa yang pernah meraih prestasi di ajang kontes di wilayah tersebut. Bahkan dari beberapa kategori jenis suara, juaranya langsung diboyongnya ke Jakarta. Tujuannya untuk mendapatkan trah darah dasar juara sebagai indukan untuk dikembangkannya.

Ayam-ayam juara tersebut kini sudah jadi bibit indukannya, bahkan beberapa di antaranya sudah banyak mencetak anakan. “Anakan dari indukan juara banyak yang meminati. Meskipun mahal, mereka gak masalah yang penting anakan dari indukan juara,” kata pria yang juga aktif sebagai aktor di berbagai sinetron ini. Untuk anakan yang dijual pada umur di atas 1 bulan dibanderol paling murah Rp 750.000 seekor. Larisnya ayam tersebut juga tampak saat Agrobur menyambangi breedeng tempat ayam yang bersebelahan dengan kediamannya yang mewah di bilangan Pondok Gading Utama, Kelapa Gading Jakarta.

Budidaya
Lazimnya jenis ayam ras, pembudidayaan jenis ayam ini juga sederhana dan mudah. Cukup disediakan kandang dari triplek atau kayu dengan ram kawat. Masing-masing kandang berukuran lebar 1,5 meter x panjang 1,7 meter dan tinggi 1,2 meter. Untuk tempat ayam indukan betina, di dalam kandang disediakan bak tempat sarang untuk bertelur. Guna memenuhi kebutuhan pakan, cukup diberi voer ditambah sawi dirajang halus sebagi protein.

Untuk membudidayakan ayam tersebut, indukan jantan dan betina harus secara rutin dikawinkan pada saat masa produksi. Karena jantannya sudah pilihan, dengan kualitas irama suara terbaik, sebagai pasangannya tentunya dipilih terlebih dahulu betina yang siap kawin. Umur di atas 8 bulan sudah bisa dipasangkan meski idealnya berumur 1 tahun. Kondisi ayam harus sehat, warna bulu bagus dan jengger tegak berdiri. Proses mengawinkan ayam ini mudah. Ayam dikeluarkan di kandang masing-masing, didekatkan. Tak lama kemudian betina akan langsung dikawini induk jantan. Waktu masa perkawinan dipilih pada pagi hari.

Berdasar pengalaman Alay, mengawinkan ayam di pagi hari berkecenderungan anakan yang ditetaskan dominan jantan. Jika dikawinkan pada siang hari, anakan lebih banyak betina. Proses perkawinan dimulai pagi hari dengan pasangan dimasukan ke kurungan di luar kandang. Setelah kawin, indukan betina dimasukan ke kandang ternak untuk bertelur. Indukan betina ayam jenis ini mampu bertelur 12 butir. Indukan yang sudah menetaskan anak-anakannya diistirahatkan setelah sebelumnya dimandikan dengan obat antiseptik. Sedangkan kotak sarang dibersihkan sebelum digunakan kembali untuk tempat bertelur indukan.

Sementara anakan dipindahkan ke kandang penghangat yang diberi lampu. Perawatan anakan setelah mencapai umur 1 bulan juga harus hati-hati, misalnya perlu dijemur tetapi hanya sepintas, cukup 10-15 menit.  Sumber : FB-Komunitas Ayam Pelung

Download Artikel dan Cara Budidaya KLIK Dibawah ini :

3 komentar

  1. wow… mantap banget ya


  2. Mohon pencerahan Om, sy bingung apakah ayam ketawa itu murni ayam Indonesia Om karena sy liat legalitasnya kok ga ada di Kepmen Pertanian dan malah ada Ayam Kokok Balenggek dari Sumbar (Kepmen Pertanian no. 2919/Kpts/OT.140/6/2011 tentang Penetapan Rumpun Ayam Kokok Balenggek) dan kalo sy perhatikan kedua suara ayam tsb sangat mirip sekali, sangat membingungkan Om, terimakasih Om,


  3. Saya ingin tau lebih banyak informasi ayam ketawa,karena saya punya sepasang dan sedang bertelur..keberatan gak kalo tuker info..thx



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 278 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: