h1

Pengertian Gratifikasi adalah

11/02/2008

Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasitlitas lainnya.

Gratifikasi tersebut baik yang diterima didalam negeri maupun diluar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik [1]

Walaupun batas minimum belum ada, namun ada usulan pemerintah melalui Menfkominfo pada tahun 2005 bahwa dibawah Rp. 250.000,- supaya tidak dimasukkan kedalam kelompok gratifikasi. Namun hal ini belum diputuskan dan masih dalam wacana diskusi. Dilain pihak masyarakat sebagai pelapor dan melaporkan gratifikasi diatas Rp. 250.000,- wajib dilindungi sesuai PP71/2000.Landasan hukum tindak gratifikasi diatur dalam UU 31/1999 dan UU 20/2001 Pasal 12 dimana ancamannya adalah dipidana penjara seumur hidup atau pidana pernjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Pada UU 20/2001 setiap gratifikasi yang diperoleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap suap, namun ketentuan yang sama tidak berlaku apabila penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) yang wajib dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima.

Macam-macam kasus yang dapat digolongkan sebagai gratifikasi :

  • Pembiayaan kunjungan kerja lembaga legislatif karena hal ini dapat mempengaruhi legislasi dan implementasinya oleh eksekutif.
  • Cideramata bagi guru (PNS) setelah pembagian rapor/ kelulusan. * Pungutan liar di jalan raya dan tidak disertai tanda bukti dengan tujuan sumbangan tidak jelas, oknum yang terlibat bisa jadi dari petugas kepolisian (polisi lalu lintas), retribusi (dinas pendapatan daerah), LLAJR dan masyarakat (preman). Apabila kasus ini terjadi KPK menyarankan pelaporan yang dipublikasikan ke media massa dan penindakan tegas pada pelaku. * Penyediaan biaya tambahan (fee) 10-20 persen dari nilai proyek.
  • Uang restribusi masuk pelabuhan tanpa tiket yang dilakukan oleh Instansi Pelabuhan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pendapatan Daerah.
  • Parsel ponsel canggih keluaran terbaru dari pengusaha ke pejabat.
  • Perjalanan wisata bagi bupati menjelang akhir jabatan.
  • Pembangunan tempat ibadah di kantor pemerintah (karena biasanya sudah tersedia anggaran untuk pembangunan tempat ibadah dimana anggaran tersebut harus dipergunakan sesuai dengan pos anggaran dan keperluan tambahan dana dapat menggunakan kotak amal.
  • Hadiah pernikahan ke keluarga PNS yang melewati batas kewajaran.
  • Pengurusan KTP/SIM/Paspor yang “dipercepat” dengan uang tambahan.
  • Mensponsori konferensi internasional tanpa menyebutkan biaya perjalanan yang transparan dan kegunaannya, adanya penerimaan ganda, dengan jumlah tidak masuk akal.
  • Pengurusan ijin yang dipersulit

Referensi : Penjelasan Pasa 12B, ayat 1, UU No.20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/ 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Diambil dari Buku Gratifikasi. Apa, Mengapa, dan Bagaimana. Penerbit: Indonesian Business Link didanai oleh CIP dan Rio Tinto. [wikipedia]

3 komentar

  1. [...] Akibat pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerukan untuk tidak mengirim parcel kepada pejabat [...]


  2. apapun nama suap kayaknya saya pesimis sekali kalau diindonesia akan hilang,karena dari kalangan pejabat tingkat atas, suap sudah menjadi budaya.mau jadi pejabat nyuap,masuk pegawai nyuap,mau jadi bupati gubernur pimpinan partai nyuap.sudah tidak menjadi rahasia lagi kalau yg namanya suap sudah mengakar kuat diindonesia.sya sbg wni sangat menyesalkan sekali.mengapa kita yg tinggal mengisi kemerdekaan yg diperoleh pejuang/nenek moyang kita dengan susah payah malah jadi begini.yang namanya suap,,sudah jelas setelah tercapai keinginan pasti akan cari kembalian untuk nyuapnya.ex.saya pingin jadi bupati saya suap 1 milyar,stlh jadi bupati sya psti akan mencari 1 milyar itu blik lgi,bahkan kalo bisa saya akan cari 100 M / lebih.tidak akan sya pikirkan lg rakyat.yg pntng saya kaya dan berkuasa….saya rasa di semua lini status sosial mayoritas dmikian.kasihanilah para pejuang kita.sya yakin mereka di alam baka menagis menyaksikan fenomena indonesia jaman sekarang ini..korupsi semakin merajalela,,kalau sudah ketahuan mulai cari aman sendirisendiri.anak buah dikorbankan.harga diri diabaikan.tidak ingatkan akan hari selanjutnya bakalan lebih panjang drpd hari di dunia ini.semoga akan menjadi renungan bagi kita.trmksh.ALLAHU AKBAR


  3. I know this web page gives quality depending content and extra material, is there any other web
    site which provides these information in quality?



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 273 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: