h1

Budi Daya Ikan Mas Bakal Mulus

01/13/2002

Kematian ikan mas dalam jumlah besar pada berbagai jaring terapung di Waduk Cirata diperkirakan tak akan terjadi pada musim penghujan ini, terutama bila melihat kenyataan kondisi budi daya hingga Januari 2005 masih tampak normal. Diduga kondisi ini disebabkan efek positif dari diversifikasi budi daya ikan dengan jenis nila, tawes, sepat, yang mampu menahan menyebarnya virus herpes. Gambaran ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan bersama sejumlah pejabat Dinas Perikanan Jabar, di Waduk Cirata, Selasa (11/1).

Menurut pengamatan, nyaris tak terlihat adanya ikan mas yang mati, bahkan berbagai ikan mas yang dibudidayakan berhasil dipanen. Pada sisi lain, banyak pembudi daya ikan yang juga mengusahakan ikan nila, tawes, sepat, di antara petak ikan mas yang diusahakan.

Kepala Badan Pelestarian Perikanan Perairan Umum (BP3U) Dinas Perikanan Jabar Kec. Cikalong Kulon Kab. Cianjur, Toni Achmad K., menyebutkan belakangan banyak pembudidaya ikan yang makin sadar dan mau mengubah pola usaha untuk menghindari risiko kegagalan usaha. Apalagi, budi daya ikan nila, tawes, sepat, lebih tahan terhadap serangan virus herpes, atau efek perubahan kondisi cuaca, serta mampu menghabisi sejumlah organisme pengganggu ikan.

Kalaupun kematian ikan mas sudah terjadi, menurutnya, sejauh ini hanya terjadi pada awal Desember tahun lalu. Jumlahnya mencapai 500 ton yang terjadi pada dua zona dari total 18 zona pembudi dayaan ikan yang ada di Waduk Cirata.

“Namun ini pun akibat pembudi daya nekat mengusahakan ikan mas pada Zona Babakan Garut dan Zona Calingcing, yang justru merupakan aliran utama (main stream) Sungai Citarum. Padahal, Dinas Perikanan Jabar sudah melarang kedua zona itu digunakan untuk budi daya ikan,” katanya.

Pada kondisi musim hujan, pada aliran utama sering terjadi arus balik, di mana permukaan bawah air sering naik ke atas. Karena membawa berbagai material, kemudian mengganggu pernapasan ikan mas, yang justru saat itu berebut memperoleh oksigen.

Yang disesalkan, katanya, pada kedua zona tersebut, walaupun Dinas Perikanan Jabar dan PT PLN selaku pengelola sudah melarang dibudidayakan ikan, namun ada pembudi daya ikan yang memperoleh izin dari kabupaten dengan alasan otonomi daerah. Pasalnya, Waduk Cirata terdapat pada tiga kabupaten, Cianjur, Purwakarta, dan Kab. Bandung.

“Dengan kondisi ini, kami berharap lebih terjalin koordinasi dan penanganan yang pasti, dalam penanganan berbagai jaring apung budi daya ikan yang ada. Pada sisi lain retribusinya terus ditarik, namun dalam hal tanggung jawab terkesan saling tuding,” keluh Toni Achmad.

Di Waduk Cirata saat ini terdapat 39.643 petak jaring apung dimana yang operasional tidak lebih dari 13.000 unit dari 12.000-an petak yang direkomendasikan. “Kelebihan hampir seribu, masih bisa dianggap normal, ” tuturnya. Yang sedang tak beroperasi, umumnya karena sedang istirahat budi daya, usai panen, dll.

Perlu koordinasi

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Jabar, Darsono, menyebutkan, dalam penanganan budidaya ikan di jaring apung juga memerlukan koordinasi dengan instansi pemerintah lain dalam penanganan lanjut. Terutama dalam bidang pemasaran dan perdagangan, serta teknis lingkungan.

Pada sisi lain, Dinas Perikanan Jabar juga berencana mengembangkan dan memperluas usaha budi daya ikan air tawar sistem jaring apung pada beberapa kabupaten lainnya. Di antaranya, dengan memanfaatkan sejumlah areal bekas galian C, terutama yang terdapat di Kabupaten Karawang.

Soal adanya ikan mati walaupun jumlahnya hanya sedikit pada sejumlah petak jaring apung, diakui Toni Achmad, akibat perubahan bisa memunculkan virus herpes. Selamatnya ikan memang sudah menggembirakan, namun tetap harus diwaspadai kemungkinan masih adanya kemungkinan gejalan serangan herpes. Namun ini dapat diantisipasi selama para pembudidaya mematuhi instruksi yang diberikan pemerintah

3 komentar

  1. Salam pangwanoh ti simkuring,,,
    Hatur salam ka sadaya urang Cianjur,,


  2. Di Cianjur sudah di telilti Rambutan Arialaka kerjasama Dinas Pertanian Cianjur dengan UPTD BPSBTPH Provinsi Jawa Barat.


  3. Salam kenal Mbak



Tulis Balasan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 278 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: